Banjir Kepung Ngawi: 15 Desa Terdampak

Banjir terjadi di sejumlah desa di Kabupaten Ngawi. Air menggenangi beberapa rumah.

Baehaqi Almutoif
Senin, 31 Maret 2025 | 21:51 WIB
Banjir Kepung Ngawi: 15 Desa Terdampak
Ilustrasi banjir. Doa mencegah banjir. [pexels/aamir dukanwala]

Berbagai unsur terlibat dalam upaya penanganan bencana ini, termasuk TNI, POLRI, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, BPBD, serta berbagai organisasi SAR dan relawan masyarakat.

Perkembangan pada Minggu (30/3/2025), kondisi air mulai surut. Namun, beberapa wilayah seperti jalan raya di Desa Dinden dan Desa Kendung masih tergenang akibat permukaan tanah yang rendah serta drainase yang kurang lancar.

“Saat ini, tinggi muka air di daerah tersebut tercatat antara 10 hingga 15 cm,” kata Muhari.

Sementara itu, beberapa pekan lalu Jawa Timur sedang diterjang cuaca buruk. Angin kencang menerpa sejumlah wilayah, seperti di Situbondo dan Banyuwangi.

Baca Juga:Kronologi Mobil Elf Berpenumpang Terbakar di Tol Madiun

Kedua kabupaten ini mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang pada Rabu (19/3/2025). Beberapa pohon tumbang dan sejumlah bangunan roboh.

Angin kencang menerjang kawasan Situbondo pada Rabu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mendata, setidaknya ada sembilan bangunan yang rusak setelah diterjang puting beliung. Tercatat, ada delapan rumah warga di Desa Wonoyo, Kecamatan Kapongan yang atapnya rusak. Kemudian satu atap panggung kesenian milik Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Agel, Kecamatan Jangkar juga rusak.

Kerugian materiil yang diakibatkan dari rusaknya bangunan tersebut mencapai Rp 7,5 juta.

Banyuwangi juga diterpa angin kencang pada Rabu (19/3/2025). Data BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) setempat menyebut sejumlah bangunan hingga tower tumbang.

Data yang masuk, setidaknya ada tujuh pohon tumbang, satu tower roboh, dan satu warung roboh akibat terjangan angin kencang. Sebuah tower patah di Kecamatan Rogojampi. Termasuk sebuah warung yang terletak di desa Padang, kecamatan Singojuruh ikut roboh.

Baca Juga:Kecelakaan Beruntun Melibat Pemudik di Tol Ngawi-Kertosono

Rumah makan yang ambruk merupakan milik H. Fauzi, warga Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.  

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini