- Kebakaran melanda rumah dan toko sembako milik Sugeng Widodo di Desa Johowinong, Jombang, pada Rabu malam, 15 Juli 2026.
- Ledakan diduga dari tabung LPG menyebabkan kebakaran hebat yang menghanguskan seluruh bangunan beserta barang berharga milik pemilik toko.
- Satu orang korban mengalami luka bakar serius dan total kerugian materiil akibat peristiwa tersebut mencapai Rp200 juta rupiah.
SuaraJatim.id - Kebakaran hebat melanda rumah sekaligus toko sembako milik Sugeng Widodo di Desa Johowinong, Kecamatan Mojoagung, Jombang, pada Rabu (15/7/2026) malam. Dentuman keras disusul jilatan api yang dengan cepat melahap rumah Sugeng.
Peristiwa mencekam itu bermula sekitar pukul 18.35 WIB. Warga sekitar dikagetkan oleh suara ledakan hebat yang diduga berasal dari tabung LPG di bagian dapur.
Dalam hitungan detik, si jago merah yang haus langsung menjalar, mengubah bangunan berukuran 15x12 meter itu menjadi tungku raksasa.
Nahas, saat api mulai mengamuk, Sugeng Widodo sedang tidak berada di rumah karena sedang bepergian ke arah Jombang kota.
Baca Juga:Gunung Gombak Membara 8 Jam: Api Nyaris Jilat Rumah Warga, 15 Hektar Ludes Jadi Abu
Di dalam rumah, hanya ada sang anak yang harus berhadapan langsung dengan maut. Meski berhasil menyelamatkan diri, sang anak harus dilarikan ke Puskesmas akibat luka bakar serius di bagian tangan dan kaki.
"Api mengamuk sekitar satu jam setengah. Kondisinya sangat cepat membesar karena di dalam toko banyak tumpukan tabung LPG dan barang-barang yang mudah terbakar," ujar Kepala Desa Johowinong, Rojiun Heru Widodo, Kamis (16/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Melihat kepulan asap hitam yang membubung tinggi, warga sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, upaya itu sia-sia.
Api yang dipicu gas LPG terlanjur menggila dan melahap seluruh isi bangunan, termasuk tiga kamar tidur dan satu unit sepeda motor Suzuki Thunder yang tak sempat diselamatkan.
Tim Damkar Jombang yang menerima laporan segera menerjunkan satu unit fire pumper truck dan dua truk tangki air dari Pos Mojoagung. Petugas harus berjibaku selama hampir tiga jam untuk menjinakkan api dan memastikan tidak ada titik api tersisa.
Baca Juga:Drama Istri Gerebek Suami Selingkuh di Kamar Kos Jombang
"Penanganan baru dinyatakan selesai total sekitar pukul 21.00 WIB setelah dilakukan pembasahan intensif," jelas Koordinator Pos Damkar Mojoagung, Riza Maulana.
Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Dugaan sementara memperkuat bahwa kebocoran gas menjadi pemicu utama petaka malam itu.
"Banyaknya material mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan. Selain menyebabkan satu korban luka, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp200 juta," tutur Kompol Yogas.