- Kecelakaan beruntun melibatkan empat sepeda motor pelajar terjadi di Jalan Raya Kedunggalar, Ngawi, pada Kamis siang (16/7/2026).
- Peristiwa bermula saat seorang siswa SMK berupaya mendahului rombongan dan menabrak motor lain dari arah berlawanan secara keras.
- Seorang siswa berinisial SA tewas di lokasi kejadian, sementara enam pelajar lainnya mengalami luka serius hingga patah tulang.
SuaraJatim.id - Kecelakaan beruntun melibatkan empat sepeda motor pelajar terjadi di Jalan Raya Desa Kedunggalar, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Kamis (16/7/2026) siang, tepat saat rombongan siswa beranjak pulang usai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Tragedi ini merenggut nyawa SA (15), seorang siswa SMK yang harus mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian.
Tak hanya itu, enam pelajar lainnya kini tengah berjuang pulih dari luka-luka serius dan patah tulang di beberapa rumah sakit.
Saat jarum jam menunjukkan pukul 12.15 WIB, sekelompok siswa SMK yang baru saja menyelesaikan kegiatan sekolah tampak memacu kendaraan mereka dari arah Jogorogo menuju Kedunggalar.
Baca Juga:Petaka Tol Pandaan-Malang: Mobil Satu Keluarga Asal Surabaya Hancur Dihantam Fuso, 5 Tewas
Berdasarkan penyelidikan polisi, petaka bermula saat SA yang berada di posisi paling belakang rombongan mencoba melakukan manuver.
Ia diduga mengambil haluan ke kanan untuk mendahului kawan-kawannya. Nahas, saat motornya melambung ke jalur lawan, maut datang dari arah berlawanan.
Satu motor yang dikendarai siswa SMP, RD (12), muncul secara mendadak. Benturan adu banteng tak terelakkan. Kerasnya tabrakan tersebut memicu reaksi berantai yang menyeret dua motor pelajar lainnya yang berada di belakang, hingga menciptakan pemandangan mengerikan di badan jalan.
Video amatir warga merekam suasana mencekam sesaat setelah benturan terjadi. Puluhan warga berlarian keluar rumah, mencoba memberikan pertolongan pertama kepada para pelajar yang tergeletak lemas di aspal. Seragam sekolah yang mereka kenakan kini bersimbah darah.
"Kami langsung memberikan pertolongan pertama begitu tiba. Total ada tujuh korban; satu meninggal di lokasi, sementara yang lain kami evakuasi menggunakan beberapa ambulans," ujar petugas Public Safety Center (PSC) Ngawi, Agus Wijatmoko dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Baca Juga:Gubernur Khofifah Luncurkan Gernas Rana MPLS Ramah 2026, Pastikan Siswa Belajar Aman Tanpa Kekerasan
Luka yang diderita para korban cukup memprihatinkan. Lima pelajar harus dirujuk ke RS At-Tin Husada karena mengalami patah tulang lengan dan kaki yang serius. Sementara jenazah SA dibawa ke RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk proses visum.
Garis polisi kini melintang di lokasi kejadian. Empat bangkai sepeda motor yang telah ringsek diamankan di Kantor Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi sebagai barang bukti.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngawi, Iptu Agus Harianto, menegaskan bahwa hasil olah TKP sementara menunjukkan adanya kelalaian dalam mengambil haluan jalan. "Motor korban terlalu ke kanan hingga memasuki jalur lawan," jelasnya.