- Gunung Semeru mencatat 32 kali gempa letusan dalam enam jam pada Senin (5/1) dini hari, menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan.
- PVMBG menetapkan status Gunung Semeru pada Level III atau Siaga karena intensitas kegempaan yang tinggi dan terus meningkat.
- Masyarakat dilarang keras beraktivitas pada jarak 13 km dari puncak di sektor tenggara Besuk Kobokan dan radius 5 km dari kawah.
Area ini berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak. Selain itu, radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru juga menjadi area terlarang untuk beraktivitas karena sangat rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
Warga juga diimbau untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, khususnya sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. Kesiapsiagaan dan kepatuhan terhadap rekomendasi PVMBG adalah kunci keselamatan bagi seluruh warga di sekitar Gunung Semeru.