-
Tabung gas elpiji bocor memicu kebakaran rumah dua lantai di Surabaya.
-
Enam penghuni rumah alami luka bakar dan dilarikan ke rumah sakit.
- Petugas kerahkan 13 mobil damkar, api padam pukul 05.08 WIB.
SuaraJatim.id - Satu unit rumah dua lantai terbakar di kawasan Simo Gunung Gang I, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Kamis (8/1/2026) dini hari. Enam orang penghuni dilaporkan mengalami luka-luka dalam peristiwa yang diduga dipicu tabung gas elpiji ngebros atau bocor itu.
Kebakaran rumah di Surabaya tersebut terjadi sekitar pukul 03.55 WIB. Berdasarkan keterangan awal petugas, tabung elpiji ngebros diduga menjadi pemicu munculnya semburan api dari area dapur sesaat setelah penghuni rumah selesai memasak. Api dengan cepat membesar dan melalap bangunan rumah berukuran sekitar 6 x 12 meter.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M. Rokhim, menjelaskan bahwa sumber api berasal dari kebocoran gas elpiji. Gas keluar melalui celah selang dan langsung menyambar perabotan dapur.
“Diduga akibat elpiji ngebros. Menurut informasi dari pemilik rumah, saat itu ia sedang melakukan persiapan untuk berjualan,” terang Rokhim, dikutip dari BeritaJatim.
Saat kobaran api semakin membesar, seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri. Namun, enam orang dilaporkan mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan berbeda akibat panas dan api. Para korban langsung dievakuasi oleh petugas dan warga sekitar menuju rumah sakit terdekat.
“Untuk korban dirujuk ke rumah sakit (RS) William Booth. Empat orang dibawa menggunakan ambulan PMI sedangkan 2 orang korban dibawa menggunakan ambulan dari warga,” kata Rokhim.
Berdasarkan data DPKP Kota Surabaya, enam korban kebakaran seluruhnya dalam kondisi sadar saat dievakuasi. Korban pertama, perempuan berinisial HW (63), mengalami luka bakar derajat satu pada telapak tangan kiri dan siku tangan kanan.
Korban kedua, perempuan berinisial FI (63), mengalami luka bakar derajat satu sekitar lima persen. Korban ketiga, balita berinisial G (1), mengalami luka bakar derajat satu akibat panas pada bagian pipi.
Korban keempat, laki-laki berinisial WS (43), mengalami luka bakar derajat dua sekitar 10 persen pada tangan serta luka bakar derajat dua sekitar 15 persen pada kedua kaki.
Korban kelima, perempuan berinisial TIY (40), mengalami luka bakar derajat dua sekitar 15 persen pada bagian kaki. Korban keenam, laki-laki berinisial A (10), mengalami luka bakar derajat dua sekitar 10 persen pada bagian kaki dan pantat.
Dalam proses pemadaman, petugas mengerahkan 13 unit mobil pemadam kebakaran. Upaya pemadaman dilakukan menggunakan sistem statis dengan sumber air dari sungai terdekat.
“Pembasahan selesai dan dinyatakan kondusif pukul 05.08 WIB. Pemadaman menggunkan sistem statis dari sungai terdekat,” ucap Rokhim.