Ironi Jembatan Darurat di Bondowoso: Belum 1 Bulan Sudah Ambyar

Jembatan darurat di Kabupaten Bondowoso roboh akibat terjangan air sungai pada Minggu malam,

Wakos Reza Gautama
Selasa, 28 April 2026 | 09:52 WIB
Ironi Jembatan Darurat di Bondowoso: Belum 1 Bulan Sudah Ambyar
Jembatan darurat yang menghubungkan Desa Sukowiryo dan Kelurahan Nangkaan, Kabupaten Bondowoso, rusak akibat debit air sungai yang tinggi pada Minggu (26/4/2026) malam. Padahal, jembatan tersebut belum genap sebulan berdiri dan belum diresmikan. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Jembatan darurat di Kabupaten Bondowoso roboh akibat terjangan air sungai pada Minggu malam, 26 April 2026.
  • DPRD Bondowoso mengkritik buruknya perencanaan teknis serta profesionalisme OPD dalam proyek bernilai Rp11 miliar tersebut.
  • Penggunaan material kayu yang rentan menyebabkan kegagalan konstruksi dan membahayakan mobilitas warga di Desa Sukowiryo serta Nangkaan.

SuaraJatim.id - Sebuah jembatan idealnya menjadi penyambung asa dan mobilitas warga. Namun, bagi masyarakat Desa Sukowiryo dan Kelurahan Nangkaan di Kabupaten Bondowoso, harapan itu hanyut terbawa arus sungai pada Minggu malam, 26 April 2026.

Ironis adalah kata yang tepat. Jembatan darurat yang dibangun dengan dana tak sedikit itu belum genap berusia satu bulan.

Bahkan, pita peresmian pun belum sempat digunting. Namun, terjangan debit air sungai yang meninggi malam itu sudah cukup untuk meluluhlantakkan konstruksi yang digadang-gadang menjadi solusi kemacetan tersebut.

Peristiwa ini memantik "badai" di gedung legislatif. DPRD Bondowoso meradang, menilai robohnya jembatan tersebut bukan sekadar faktor alam, melainkan cermin rapuhnya perencanaan dan profesionalisme aparatur daerah.

Baca Juga:Misteri Pelajar SMK Diduga Ceburkan Diri ke Sungai Bengawan Madiun, Pencarian Masih Dilakukan

Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, tak mampu menahan kekecewaannya. Politisi PDIP ini mengaku sudah mencium gelagat ketidakmatangan proyek ini sejak awal. Baginya, alasan "faktor cuaca" adalah pembelaan yang klise.

"Saya sudah bilang sebelumnya, matangkan konsep secara rinci. Kalau alasannya karena cuaca, ya jangan mengandalkan prediksi manusia semata," tegas Sinung dengan nada bicara yang dalam, Selasa (28/4/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Ia menyoroti penggunaan anggaran yang seharusnya efisien justru terkesan mubazir karena harus "kerja dua kali". Sinung juga mempertanyakan mengapa tenaga ahli lokal Bondowoso yang mumpuni seolah dikesampingkan dalam penyusunan kajian teknis.

"Kita tidak kekurangan SDM ahli. Kenapa tidak dilibatkan secara maksimal sejak awal?" gugatnya.

Di sisi lain, Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir, memberikan perspektif yang lebih menukik. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan ini menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp11 miliar dari APBD kabupaten, sebuah langkah diskresi Bupati demi membantu masyarakat karena jembatan tersebut merupakan jalur vital provinsi.

Baca Juga:Lelah Berujung Musibah: Detik-Detik Menegangkan Motor Terjun ke Sungai di Jembatan Koncer Bondowoso

Namun, Dhafir melihat ada kegagalan komunikasi teknis antara pimpinan daerah dan pelaksana di lapangan.

"Output-nya memang tercapai, jembatan dibangun. Tapi outcome-nya bagaimana? Apakah aman? Faktanya, sebelum digunakan optimal sudah rusak lagi," cetus Dhafir.

Ia menunjuk penggunaan material kayu kelapa di tengah aliran sungai sebagai salah satu titik lemah. Material tersebut rentan tersangkut sampah saat debit air naik, yang kemudian menjadi beban berat bagi konstruksi jembatan.

Dhafir secara lugas menyebut bahwa kegagalan ini adalah tanggung jawab Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, seperti BPBD dan dinas terkait. Ia menilai para kepala dinas hanya fokus pada penyerapan anggaran tanpa mempertimbangkan standar keselamatan jangka panjang.

"Bupati sudah memberikan arahan dan kebijakan anggaran, tapi teknisnya ada di kepala dinas. Yang kurang maksimal adalah para pembantunya," tegas politisi PKB tersebut.

Kekhawatiran terbesar Dhafir adalah keselamatan warga. Ia mengingatkan bahwa istilah "darurat" jangan sampai menjadi legitimasi untuk bekerja asal-asalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak