- Seorang siswa MTs di Sukorejo, Pasuruan, menusuk teman sekolahnya hingga terluka parah pada Selasa, 26 Mei 2026.
- Aksi penusukan tersebut diduga dipicu oleh rasa sakit hati pelaku akibat perundungan yang dilakukan oleh korban.
- Pihak kepolisian tengah menangani kasus ini dengan pendampingan khusus karena baik pelaku maupun korban masih di bawah umur.
SuaraJatim.id - Tragedi berdarah pecah di depan pagar sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kecamatan Sukorejo, Pasuruan, Selasa (26/5/2026).
Seorang siswa dengan amarah yang sudah mencapai ubun-ubun, mencegat teman sekolahnya sendiri. Pertemuan itu berakhir tragis. Sang teman terkapar dengan luka tusuk serius di bagian tubuhnya.
Kejadian ini bukan sekadar aksi kekerasan spontan. Di balik kilatan pisau itu, tersimpan sebuah narasi pilu tentang hubungan antarpelajar yang retak.
Berdasarkan penyelidikan awal Polres Pasuruan, pelaku mengaku nekat melakukan aksinya karena merasa sudah tidak kuat lagi menahan beban psikologis.
Baca Juga:Aksi Brutal Pria Mabuk di Nguling Pasuruan Berakhir di Ujung Jeruji
"Awal mula kejadian, pelaku dan korban sama-sama pelajar MTs di Sukorejo. Menurut keterangan pelaku, ia mengaku sering dibully (dirundung) oleh korban," ungkap Kasi Humas Polres Pasuruan, Joko Suseno, Jumat (29/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Kini, korban masih harus berjuang pulih di rumah sakit setelah sempat mendapatkan penanganan darurat di Puskesmas Sukorejo.
Sementara itu, pelaku harus berhadapan dengan konsekuensi hukum yang dingin. Sebilah pisau dapur kini telah berpindah ke meja penyidik sebagai barang bukti bisu dari sebuah sore yang kelam.
Karena kedua pihak masih di bawah umur, penanganan perkara ini berjalan dengan sangat hati-hati. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pasuruan turun tangan langsung, memastikan proses hukum berjalan sesuai koridor peradilan anak.
"Penyidik masih mendalami keterangan saksi-saksi, termasuk menelusuri kebenaran dugaan perundungan yang disebut menjadi pemicu utama penyerangan ini," tambah Joko.
Baca Juga:Kecelakaan Fatal Merenggut Nyawa Turis Asing di Jalur Wisata Pasuruan