- Penutupan Jembatan Gondang jalur Tulungagung-Trenggalek kembali ditunda hingga Selasa, 2 Juni 2026 akibat keterlambatan distribusi alat berat.
- PT Permata Alami Sakti memanfaatkan waktu penundaan untuk memastikan kesiapan teknis, rambu peringatan, dan keselamatan di area proyek.
- Polres Tulungagung menyiagakan personel serta skema rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan saat penutupan jembatan mulai diberlakukan.
SuaraJatim.id - Bagi Anda pengguna kendaraan yang sering melintas jalur nasional Tulungagung-Trenggalek, ada kabar terbaru. Rencana penutupan total Jembatan Gondang yang seharusnya dilakukan pada Jumat (29/5/2026) lalu, terpaksa harus mundur dari jadwal untuk kedua kalinya.
Bukan karena perayaan hari besar, kali ini penyebabnya adalah masalah teknis logistik. Alat berat yang menjadi pemain utama dalam proyek perbaikan ini terlambat tiba di lokasi.
Humas pelaksana proyek dari PT Permata Alami Sakti, Yanto, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakpastian yang terjadi. Alat berat yang diharapkan sudah siap bekerja sejak Kamis, baru menampakkan rodanya di lokasi proyek pada Jumat sore.
"Kami memohon maaf kepada masyarakat. Penundaan ini murni karena keterlambatan distribusi alat berat. Akibatnya, tahapan pekerjaan tidak bisa dimulai sesuai rencana awal," ungkap Yanto.
Baca Juga:Petaka di Jalur Tulungagung-Trenggalek: Niat Menyalip, Sutikno Tewas Terhantam Bus Bagong
Ini adalah penundaan kedua setelah sebelumnya jadwal pada 25 Mei lalu juga digeser demi memberi jalan bagi distribusi hewan kurban dan mobilitas warga menjelang Idul Adha. Kini, jadwal resmi penutupan jembatan dipatok pada Selasa, 2 Juni 2026.
Meski alat berat sudah berada di lokasi, tim teknis tidak ingin gegabah. Waktu jeda hingga Selasa (2/6/2026) mendatang akan dimanfaatkan untuk mematangkan persiapan teknis, terutama pemasangan rambu-rambu peringatan dan perlengkapan keselamatan di sekitar area jembatan.
Jika semua berjalan sesuai rencana, proses pembongkaran konstruksi jembatan akan langsung dimulai begitu penutupan diberlakukan pada Selasa depan.
Meski arus lalu lintas saat ini masih terpantau normal dan kendaraan masih bebas melintas, pihak Kepolisian Resor Tulungagung tidak mau menurunkan kewaspadaan. Skema rekayasa lalu lintas yang telah dirancang kini berada dalam posisi standby.
KBO Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Ahmad Zainudin, memastikan bahwa personel pengamanan sudah dipetakan di sejumlah titik pengalihan arus.
Baca Juga:Misteri Kardus di Bawah Pohon Beringin: Bayi Ditemukan Terlantar di Tengah Sawah Tulungagung
Jalur alternatif pun sudah disiapkan agar saat penutupan benar-benar dilakukan, urat nadi transportasi Tulungagung-Trenggalek ini tidak lumpuh total.
"Kami tetap mempertahankan skema yang ada. Begitu penutupan dilakukan sewaktu-waktu, kami siap mengarahkan pengendara agar arus tetap lancar," tegas Ahmad. (ANTARA)