- Seorang bayi laki-laki ditemukan dalam kardus di Desa Demuk, Tulungagung, oleh pemulung pada Selasa malam, 20 Mei 2026.
- Bayi dengan kondisi sehat tersebut diduga baru dilahirkan secara mandiri dan dibuang di warung oleh orang tuanya.
- Polsek Pucanglaban sedang melakukan penyelidikan intensif serta memeriksa barang bukti untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi tersebut.
SuaraJatim.id - Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung, gempar pada Selasa (20/5/2026) malam. Di bawah bayang-bayang pohon beringin yang kokoh di areal persawahan, tepat di sebuah warung pecel yang sudah tutup, tergeletak seorang bayi laki-laki mungil yang baru saja menyapa dunia di dalam kardus bekas air mineral.
Adalah Juli (45), seorang pencari barang bekas, yang menjadi perpanjangan tangan takdir malam itu. Sekitar pukul 23.00 WIB, saat ia menyisir jalanan desa menuju Balai Desa Demuk untuk mencari rongsokan, matanya menangkap sesuatu yang ganjil di warung pecel bawah pohon beringin.
Awalnya, Juli mengira itu hanyalah kardus biasa yang bisa ia bawa pulang. Namun, rasa penasarannya berujung pada temuan yang membuat jantungnya berdegup kencang.
Di dalam kardus lusuh itu, seorang bayi laki-laki tampan terbangun dalam balutan selimut tipis. Juli segera memanggil warga lain, dan kabar penemuan ini pun menyebar secepat kilat hingga sampai ke telinga pihak berwajib.
Baca Juga:Hilang Saat Mencari Ikan di Sungai Brantas, Mustofa Ditemukan Tim SAR dalam Kondisi Tak Bernyawa
Dengan bobot mencapai 3,8 kilogram dan panjang 48 sentimeter, bayi tersebut tampak sangat sehat untuk ukuran bayi yang baru lahir. Namun, ada fakta memilukan yang ditemukan polisi saat olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Diduga bayi ini baru beberapa jam dilahirkan. Saat ditemukan, masih ada noda darah yang masih basah di bagian pantatnya," ungkap Kapolsek Pucanglaban, AKP Tarmadi, Kamis (21/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Sang ibu atau oknum pelaku diduga melakukan persalinan secara mandiri atau tersembunyi, lalu dengan cepat membuang sang buah hati di lokasi yang jauh dari pemukiman warga demi menutupi jejak.
Kini, bayi yang "dibuang" itu telah berada di tangan yang aman. Tim medis Puskesmas Pucanglaban memberikan perawatan intensif untuk memastikan kondisinya tetap stabil.
Di sana, bayi tanpa nama itu mendapatkan kehangatan yang tak ia dapatkan dari orang tua kandungnya di malam penemuan.
Baca Juga:Jerat di Balik Layar Game Online: Kisah Siswa SD Tulungagung yang Nyaris Terperosok Radikalisme
Sementara itu, Satreskrim Polsek Pucanglaban terus bergerak. Sejumlah barang bukti berupa kardus dan tiga lembar kain selimut telah diamankan untuk diteliti lebih lanjut.
Polisi kini tengah menyisir klinik kesehatan, bidan desa, hingga mencari informasi tentang perempuan yang diketahui hamil namun kini kehilangan bayinya tanpa alasan jelas.
"Kasus ini masih dalam proses penyelidikan intensif. Kami mengetuk hati masyarakat, jika ada yang mengetahui informasi sekecil apa pun terkait pelaku, segera lapor kepada kami," pungkas AKP Tarmadi.