- Tim DVI Polda Jatim mengumumkan hasil autopsi korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep pada 3 Agustus 2026.
- Hasil forensik menunjukkan tidak ada korban tewas akibat luka bakar, melainkan karena menghirup asap pekat lalu tenggelam di laut.
- Hingga Senin, Tim DVI berhasil mengidentifikasi lima jenazah dari berbagai daerah dan menyerahkannya kepada pihak keluarga korban.
SuaraJatim.id - Di balik kepulan asap hitam yang membubung dari KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, sebuah fakta pilu terungkap dari meja autopsi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur.
Meski kapal tersebut ludes dilahap si jago merah, maut ternyata tidak menjemput para korban melalui lidah api.
"Tidak ada yang meninggal karena luka bakar," ungkap Kabiddokkes Polda Jatim, Kombes Wahono Edhi P., di RS Bhayangkara Surabaya, Senin (3/8/2026).
Pernyataan ini mengubah narasi tragedi yang terjadi pada Minggu pagi itu. Hasil pemeriksaan forensik menunjukkan sebuah perjuangan terakhir yang menyayat hati.
Baca Juga:Senyum Terakhir di KMP Mutiara Sentosa 2: Rencana Pernikahan Sari yang Kandas di Laut Sapudi
Para korban harus memilih antara sesak napas akibat asap yang mencekik di atas dek, atau bertaruh nyawa di dinginnya dekapan laut Madura.
Rata-rata korban diketahui menghirup asap pekat hingga kesadaran mereka menurun. Dalam kondisi limbung, mereka melompat ke laut. Namun, alih-alih selamat, air laut justru menjadi musuh baru yang tak kalah mematikan.
"Sebagian korban melompat dalam keadaan selamat, namun diduga tidak mampu berenang atau mempertahankan diri hingga mengalami kelemasan. Kondisi ini diperparah oleh banyaknya air laut yang tertelan," jelas Wahono.
Hingga Senin (3/8/2026), Tim DVI yang bekerja tanpa henti berhasil mengidentifikasi lima jenazah melalui kecocokan sidik jari, data gigi, hingga barang-barang pribadi yang masih melekat di tubuh mereka.
Mereka datang dari berbagai penjuru nusantara, membawa cerita yang kini terhenti di Selat Madura:
Baca Juga:Basarnas: Cuaca Buruk Jadi Tantangan Evakuasi Korban KMP Mutiara Sentosa II
- Sri Indratmo Wijaya (47): Pria asal Pati, Jawa Tengah, yang teridentifikasi melalui sidik jari dan rekam medis.
- Siti Fatimah (57): Ibu asal Makassar, Sulawesi Selatan, yang dikenali dari data visual dan barang miliknya.
- Sari Sukoco (39): Warga Tulungagung, Jawa Timur, yang identitasnya dipastikan melalui data primer sidik jari.
- Rino Eka Putra (48): Pria asal Agam, Sumatera Barat, yang teridentifikasi lewat data medis dan visual.
- Yedi Hendrawan (63): Warga Kapuas, Kalimantan Tengah, yang dipastikan identitasnya melalui rekam medis gigi.
Proses identifikasi ini bukanlah kerja ringan. Tim DVI Polda Jatim merupakan gabungan dari berbagai ahli forensik, mulai dari RS Bhayangkara, tim medis Universitas Airlangga, hingga dukungan dari TNI dan Polri. Mereka bekerja berpacu dengan waktu agar jenazah dapat segera dipulangkan ke pelukan keluarga.
Meski lima orang telah teridentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga hari ini, operasi DVI masih terus dibuka. Polda Jatim tetap siaga menunggu kepastian dari Basarnas terkait jumlah total korban yang mungkin masih tersisa.
Bagi keluarga yang merasa kehilangan anggota kerabatnya dalam insiden KMP Mutiara Sentosa 2, kepolisian telah menyediakan layanan hotline Tim DVI di nomor 085190447911. (ANTARA)