- Kecelakaan maut melibatkan motor Vario, motor roda tiga, dan truk tebu terjadi di Jombang pada Kamis malam.
- Pengendara motor bernama Yulio meninggal dunia di tempat, sementara penumpangnya mengalami luka berat dan dilarikan ke rumah sakit.
- Polisi telah mengamankan barang bukti dan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menyelidiki penyebab insiden tersebut.
SuaraJatim.id - Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Wonoayu, Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Kamis (6/8/2026) malam.
Yulio Candra Kristianto, pemuda berusia 20 tahun asal Ngusikan, tak pernah menyangka perjalanan malam itu menjadi yang terakhir baginya.
Ia mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian setelah sepeda motor Honda Vario yang dikendarainya terlibat insiden maut dengan sebuah motor roda tiga dan truk pengangkut tebu.
Saksi mata di lokasi, Makhfud (53), menceritakan detik-detik mengerikan tersebut. Semuanya bermula saat Yulio yang memboncengkan Rifki Ardian (40) melaju dari arah barat. Diduga ingin cepat sampai tujuan, Yulio mencoba memacu motornya untuk mendahului kendaraan di depannya.
Baca Juga:Tabrakan Beruntun Elf Dihantam Truk 9 Ton, Evakuasi Sopir Terjepit Berlangsung Dramatis
Namun, perhitungan jarak yang kurang tepat menjadi awal petaka. Bagian depan motor Yulio menyenggol keras bagian belakang motor roda tiga Kaisar yang dikendarai Shodikin (51). Benturan itu membuat motor Yulio kehilangan keseimbangan dan jatuh terpental ke arah kanan.
Nahas, pada saat yang bersamaan, sebuah truk Mitsubishi bermuatan tebu yang dikemudikan Kastono (39) melaju dari arah berlawanan.
Jarak yang sudah terlalu dekat membuat sang sopir truk tak punya ruang untuk menghindar. Tubuh Yulio pun masuk ke kolong truk dan terlindas roda besar kendaraan berat tersebut.
"Pengendaranya tewas seketika di lokasi, sementara penumpangnya luka berat dan langsung dilarikan ke RSUD Jombang," ujar Makhfud dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Selain faktor kekuranghati-hatian saat menyalip, ada faktor krusial lain yang disorot warga di lokasi kejadian: padamnya Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).
Baca Juga:Pikap KDMP Terlibat Tabrakan Beruntun dengan Bus Peziarah di Ponorogo, Begini Nasib Penumpangnya
Kondisi jalan yang gelap gulita disinyalir membuat pandangan pengendara terbatas, sehingga manuver mendahului menjadi sangat berisiko.
"Jalanan memang gelap karena lampu PJU tidak menyala. Ini sangat berbahaya bagi siapa pun yang melintas di sini," tambah Makhfud.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Nurul Iman, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti.
"Satu korban meninggal dunia di lokasi dan satu orang mengalami luka berat. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan ini," tegas Nurul Iman, Jumat (7/8/2026).