- Ketua DPD PDIP Jatim Said Abdullah memaparkan strategi pemilu 2029 di hadapan Megawati Soekarnoputri pada Minggu, 23 Agustus 2026.
- PDIP Jatim membangun dashboard digital berbasis TPS, mengevaluasi penurunan kursi 2024, dan menargetkan kursi Gubernur Jawa Timur.
- Partai menghentikan pemasangan banner publik mulai September, mewajibkan kader aktif di media sosial, serta menerapkan survei berkala.
"Sudah waktunya PDI Perjuangan Jawa Timur punya Gubernur Jawa Timur," ujarnya yang disambut sorakan kader.
Di sisi lain, Said mengumumkan perubahan strategi kampanye partai. Mulai September mendatang, DPD PDIP Jatim akan menginstruksikan seluruh DPC untuk menghentikan pemasangan banner di ruang publik karena dinilai merusak lingkungan.
Sebagai gantinya, seluruh pengurus mulai dari DPD, DPC, PAC hingga ranting diwajibkan aktif di media sosial. Aktivitas kader nantinya akan dipantau melalui sistem pelaporan digital yang terintegrasi.
Selain itu, DPD PDIP Jatim juga akan menggelar survei internal berkala setiap enam bulan untuk mengukur efektivitas kerja politik kader di lapangan hingga menjelang Pemilu 2029.
Baca Juga:Sisi Gelap AI: Mahasiswa UPN Jatim Terancam DO Usai Manipulasi Foto Mahasiswi Jadi Konten Asusila
Kontributor : Dimas Angga Perkasa