- Tiga pemuda mengeroyok pria berinisial BL di Triple X Club Surabaya pada Minggu dini hari.
- Korban mengalami luka parah di kepala dan punggung akibat hantaman batu serta senjata tajam.
- Polrestabes Surabaya bergerak cepat menangkap ketiga pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka penahanan.
SuaraJatim.id - Di tengah gemerlap lampu disko dan dentuman musik di Triple X Club, Jalan Kedungdoro, Surabaya, pecah peristiwa berdarah pada Minggu (30/8/2026) dini hari.
Niat hati ingin menikmati malam bersama sang kekasih, seorang pria berinisial BL justru harus bertaruh nyawa setelah menjadi sasaran amuk sekelompok pemuda beringas.
Hingga saat ini, BL masih terbaring kritis di RS William Booth Surabaya. Ia mengalami luka parah di kepala dan sabetan senjata tajam di punggung yang nyaris merenggut nyawanya.
Tragedi berdarah ini dipicu oleh persoalan klasik di dunia malam: harga diri dan wanita. Berdasarkan penyelidikan Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, tiga pria, FR, RO, dan MA, diduga mulai menggoda teman wanita BL saat mereka berada di dalam arena pesta.
Baca Juga:Gara-gara Tebus Motor, Menantu di Bangkalan Tega Aniaya Ibu Mertua yang Renta
Suasana memanas ketika teguran BL tak diindahkan. Para pelaku justru semakin beringas, bahkan sampai berani menarik tangan kekasih korban.
Keributan pun pecah di tengah lantai dansa, memaksa pihak keamanan klub untuk menyeret kedua belah pihak keluar menuju area parkir dengan harapan emosi mendingin.
Namun, keputusan mengeluarkan mereka justru menjadi awal dari babak yang lebih mengerikan. Alih-alih bubar, ketiga pelaku yang berasal dari Ketandan, Genteng, itu justru "berburu" korban di area parkir.
"Keributan berlanjut sampai ke luar. Ada satu orang (korban) yang dikejar sampai lari ke arah selatan, ke pojok ruko," ungkap Bayu, salah satu petugas keamanan di kawasan Kedungdoro dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Di tengah kepungan, BL yang kalah jumlah tak berdaya. Para pelaku menghantamkan batu ke arah kepalanya dan menyabet punggungnya dengan senjata tajam. Dalam kondisi bersimbah darah, BL sempat berusaha bersembunyi di balik sebuah mobil boks untuk menyelamatkan diri.
Baca Juga:Tuntaskan TC di Thailand, Persebaya Fokus Matangkan Persiapan Musim 2026/2027
"Darahnya banyak sekali keluar dari kepala dan punggung. Korban sembunyi di parkiran mobil boks itu sebelum akhirnya ditolong," tambah Bayu.
Pelarian para pelaku tak berlangsung lama. Tim Resmob Polrestabes Surabaya bergerak cepat mengidentifikasi dan meringkus FR, RO, serta MA tak lama setelah kejadian.
Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP I Made Sutanaya, mengonfirmasi bahwa ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini mendekam di sel tahanan.
"Sudah tersangka dan dilakukan penahanan. Motifnya murni selisih paham karena korban merasa teman wanitanya digoda oleh para pelaku," tegas AKP Made, Selasa (1/9/2026).