- Gerakan Masyarakat Pembela Aspirasi Rakyat Jawa Timur (Gempar Jatim) mendatangi Kantor DPRD Kota Surabaya menyampaikan protes mengenai air PDAM yang keruh
- Mereka juga menyoroti kawasan perumahan yang disebut menggunakan pengelolaan air swasta.
- PDAM meminta seluruh pihak melihat persoalan secara objektif dan tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa seluruh layanan air di Surabaya bermasalah.
Adipati mempertanyakan dasar pungutan tersebut, termasuk besaran dan aliran penggunaannya. Menurut dia, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai untuk apa retribusi tersebut dipungut dan bagaimana mekanisme pengelolaannya.
"Ini muncul di tagihan. Masyarakat harus tahu peruntukannya ke mana dan alurnya bagaimana," ujarnya.
Ia menilai transparansi menjadi penting karena uang tersebut berasal dari masyarakat dan tercantum dalam tagihan yang dibayarkan pelanggan.
Gempar Jatim kemudian mendesak DPRD Kota Surabaya menjalankan fungsi pengawasan secara lebih aktif.
Baca Juga:Wakil Wali Kota Blitar Pimpin Demo ke Balai Kota: Buntut Dana KONI Mampet
Mereka bahkan memastikan aksi tidak berhenti di gedung parlemen. Massa berencana melanjutkan aksi ke Balai Kota Surabaya dan kantor Perumda Air Minum Surya Sembada.
"Tidak ada kata mundur. Maju terus. Kalau persoalan ini tidak diselesaikan, kami akan kembali melakukan aksi," kata Adipati.
PDAM: Air Surabaya Tak Berjam, Tetapi Tekanan Belum Merata
Menanggapi aksi tersebut, Manajer Tata Usaha dan Humas Perumda Air Minum Surya Sembada, Louis Andilun Gatu, mengatakan pihaknya memahami tuntutan masyarakat.
Namun, ia meminta seluruh pihak melihat persoalan secara objektif dan tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa seluruh layanan air di Surabaya bermasalah.
Baca Juga:Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa, Warga Panik: Anak-anak Dilarang Pakai Air Keran
"Kita harus fair. Ketika keruh, tidak semuanya keruh," kata Louis.
Ia mengakui masih terdapat pekerjaan besar yang harus diselesaikan PDAM, terutama berkaitan dengan pemerataan tekanan air.
Menurut dia, layanan air di Surabaya pada prinsipnya tidak menerapkan sistem pembagian jam seperti yang terjadi di sejumlah daerah lain. Persoalannya, tekanan air belum sepenuhnya merata, terutama di sejumlah kawasan bagian utara.
"Kami tidak ada jam-jaman di Kota Surabaya. Yang kami tekankan adalah mungkin tekanan kami belum merata sampai ke utara. Kami sadar dan pahami itu," ujarnya.
PDAM, kata Louis, memiliki target jangka panjang untuk meningkatkan tekanan air agar distribusinya semakin merata. Namun, target tersebut membutuhkan investasi besar dan proses yang tidak singkat.
Ia menyebut perusahaan memiliki keterbatasan sumber daya sehingga peningkatan kualitas dan pemerataan layanan harus dilakukan secara bertahap.