- Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba memimpin demonstrasi ratusan atlet KONI di Balai Kota pada Senin, 7 September 2026.
- Massa menuntut pembukaan kantor KONI serta pencairan dana hibah Porprov Jatim senilai Rp385 juta yang tertahan oleh Pemkot Blitar.
- Aksi berakhir setelah penandatanganan nota kesepakatan antara Elim, Ketua DPRD, dan Pj Sekda untuk segera memenuhi tuntutan tersebut.
SuaraJatim.id - Pemandangan tak lazim tersaji di pelataran Balai Kota Blitar, Senin (7/9/2026). Ratusan atlet, pelatih, hingga wali murid yang datang dengan raut kecewa.
Di barisan paling depan, sosok yang memimpin aksi bukanlah aktivis biasa, melainkan Elim Tyu Samba, Wakil Wali Kota Blitar yang hari itu menanggalkan jubah birokrasinya demi memimpin demonstrasi.
Sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum KONI Kota Blitar, Elim turun ke jalan menuntut hak-hak para patriot olahraga yang ia sebut sedang dianak-tirikan oleh pemerintahannya sendiri.
Persoalannya pelik dan berlarut-larut. Kantor kesekretariatan KONI hingga kini masih terkunci rapat, sementara dana hibah untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tak kunjung cair.
Baca Juga:Usai Demo di DPR RI, Ketua Forum Petani Jember Dipecat Jadi Distributor Pupuk!
Bagi Elim, ini bukan lagi sekadar urusan administrasi, melainkan bentuk pengabaian terhadap masa depan atlet.
"Kami sudah kirim tiga kali surat audiensi resmi kepada Bapak Wali Kota, tapi tidak ada jawaban sama sekali. Bahkan saat DPRD menggelar hearing, beliau juga tidak hadir," ketus Elim dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Polemik ini dipicu oleh status Elim sebagai Plt. Pemkot Blitar bersikukuh bahwa seorang Plt tidak memiliki kewenangan menandatangani pencairan anggaran. Namun, Elim mengklaim telah mengantongi restu dari Kemenpora hingga KONI Pusat.
"Alasan Pemkot tidak jelas. Di daerah lain banyak Plt yang bisa tanda tangan anggaran. SK kami sah dari Provinsi!" tegasnya.
Aksi yang berlangsung panas ini sempat diwarnai adu mulut dengan sejumlah oknum. Untuk menjaga barisan agar tak disusupi provokator, massa KONI mengenakan pita pink sebagai penanda identitas resmi.
Baca Juga:Gunung Kawi Membara! Jalur Sirah Kencong Ditutup Usai Hutan Dilalap Api
Kekhawatiran Elim beralasan. Ini sudah bulan September. Porprov Jatim tinggal menghitung bulan, namun para atlet masih harus berjuang hanya untuk sekadar mendapatkan akses ke tempat latihan dan operasional dasar.
"Kasihan atlet dan pelatih. Bagaimana mau latihan maksimal kalau fasilitas dikunci dan anggaran tak turun?" ungkap Elim dengan nada prihatin.
Setelah tekanan massa tak mereda, sebuah digelar. Hasilnya dicapai melalui nota kesepakatan tiga pihak. Dokumen sakti itu ditandatangani oleh Elim Tyu Samba, Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul, dan Pj Sekda yang mewakili eksekutif. Isinya tegas yakni mengembalikan kunci kantor KONI dan cairkan dana hibah secepatnya.
"Harapan kami, Pemerintah Daerah tidak ingkar janji lagi. Batasan waktunya secepatnya hari ini. Kami berikan tenggat waktu hari ini juga," pungkas Elim.