Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa, Warga Panik: Anak-anak Dilarang Pakai Air Keran

Warga Surabaya resah karena air PDAM keruh dan berbusa akibat pencemaran Kali Surabaya. Perumda akui masalah ini dan sediakan air tangki gratis.

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 06 September 2026 | 18:35 WIB
Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa, Warga Panik: Anak-anak Dilarang Pakai Air Keran
Kondisi air sungai Surabaya di rolak Gunungsari, tempat IPAM Karangpilang mengambil dan memproduksi air. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Warga Surabaya di beberapa wilayah mengeluhkan air Perumda yang keruh dan berbusa pada Minggu, 6 September 2026.
  • Perumda Air Minum Surya Sembada menyatakan pencemaran air baku Kali Surabaya melebihi ambang batas kapasitas instalasi.
  • Tim teknis melakukan pembersihan IPAM Karang Pilang dan menyediakan layanan bantuan air tangki gratis bagi warga terdampak.

SuaraJatim.id - Krisis kualitas air kembali membuat warga Surabaya waswas. Air produksi Perumda Air Minum Surya Sembada yang mengalir ke rumah pelanggan di sejumlah wilayah tiba-tiba berubah keruh, bahkan di beberapa lokasi dilaporkan berbusa.

Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu. Kekhawatiran terbesar muncul karena air ledeng selama ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci hingga aktivitas rumah tangga lainnya.

Di Dukuh Pakis, misalnya. Siti Asiyah, warga setempat, mengaku mendapati air dari keran rumahnya dalam kondisi keruh pada Minggu (6/9/2026) pagi hingga siang. Bukan kali pertama. Sehari sebelumnya, kondisi serupa juga sempat terjadi.

"Anak-anak dan cucu-cucu enggak bisa pakai air PDAM langsung, karena keruh. Kemarin juga sempat keruh," ujar Siti kepada Suarajatim.id, Minggu (6/9/2026).

Baca Juga:Premanisme Berkedok Ormas Bayangi Kawasan Industri, Polda Jatim Bentuk Posko Lindungi Investasi

Kondisi itu membuat Siti terpaksa membatasi penggunaan air ledeng. Ia khawatir air yang keruh digunakan untuk mandi maupun mencuci justru menimbulkan persoalan kesehatan bagi keluarganya.

"Takutnya nanti bikin gatal-gatal," katanya.

Keluhan serupa muncul dari Kedurus. Ajiz Moerdianto (41) bahkan mendapati air yang keluar dari keran rumahnya tidak hanya keruh, tetapi juga berbusa.

Ia langsung melarang anak-anaknya menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

"Tau keruh dan berbusa, saya larang anak-anak pakai air kran. Takutnya kenapa-kenapa," ungkap Ajiz.

Baca Juga:Bela Kekasih yang Digoda, Pria Ini Ambruk Bersimbah Darah Dihantam Batu di Triple X Surabaya

Awalnya, Ajiz mengetahui informasi mengenai air keruh dan berbusa tersebut dari media sosial. Ia kemudian mengecek langsung kondisi air di rumahnya. Hasilnya, kekhawatirannya terbukti. Air yang keluar dari keran rumahnya memang terlihat berbusa.

Untuk sementara, Ajiz memilih menggunakan air isi ulang demi memenuhi kebutuhan keluarganya, termasuk untuk memandikan anak-anak.

Persoalan ini dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan Surabaya. 

Informasi dari warga menyebut wilayah yang terdampak antara lain Warugunung, Gunungsari, Kedurus, Gayungsari, Jambangan hingga Babatan Indah.

Perumda Akui Ada Pencemaran Air Baku

Di tengah keresahan warga, Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya akhirnya memberikan penjelasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak