Selain itu, upaya yang bisa dilakukan, kata Gubernur Khofifah, adalah dengan melakukan pengeboran sumur. Namun tiap daerah memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda.
"Ada yang di kedalaman 90 meter sudah keluar air, ada yang hingga 200 meter masih bertemu batu hingga mata bor harus diganti 19 kali," sebutnya.
Tidak berhenti di situ, Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 3 September yang lalu. Setiap kali terdeteksi awan yang masuk ke daratan Jawa Timur, langsung dilakukan penyemaian untuk menghasilkan hujan ringan hingga sedang.
“Kita melakukan sangat banyak ikhtiar sejak tanggal 3 September lalu. Kalau BMKG mendeteksi adanya awan yang masuk ke daratan Jatim, kita lakukan penyemaian dan itu jadi hujan ringan sampai sedang,” jelasnya.
Baca Juga:Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-139 di Mojokerto, Dekatkan Akses Bahan Pokok Terjangkau
Di sisi lain, Gubernur Khofifah juga mengajak semua pihak untuk melakukan ikhtiar spiritual. Secara khusus, Gubernur Khofifah meminta Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jatim untuk mengimbau masjid-masjid melaksanakan Salat Istisqa' usai pelaksanaan Salat Jumat pada pekan depan.
“Kemarin kita sudah melakukan Salat Istisqa', Saya minta Jumat depan di masjid-masjid setelah Salat Jumat dilaksanakan Salat Istisqa, salat mohon kepada Allah agar diturunkan hujan yang membawa rahmat dan manfaat,” pesannya.
Di kesempatan yang sama, selain mendapat bantuan dropping air bersih, warga masyarakat Desa Karangpatihan juga mendapatkan jerigen dan sembako.
Wagiyem (62), salah satu warga desa setempat yang mendapatkan bantuan menyampaikan terima kasih atas bantuan penyaluran air bersih untuk desanya. Ia merasa bahagia lantaran kekeringan di desanya sudah berjalan selama 5 bulan dengan suplai air yang begitu sulit.
Ia merasa bantuan air bersih ini sangat berharga karena air adalah kebutuhan sehari-hari bagi setiap warga. Ia berharap di desanya segera turun hujan sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Baca Juga:Dua Sesar Aktif Membelah Surabaya, Ancaman yang Tak Bisa Diprediksi
"Terima kasih Bu Gubernur, bantuan airnya sangat bermanfaat. Kami di sini sudah 5 bulan kekeringan, semoga tidak ada lagi kekeringan di tahun depan, terima kasih Bu Gubernur Khofifah," kata Wagiyem. ***