- Survei IndocPolls pada Oktober 2026 menunjukkan Seskab Teddy Indra Wijaya meraih kinerja terbaik sebesar 15,8 persen.
- Menteri ATR Nusron Wahid menempati posisi terendah sebesar 0,17 persen akibat sorotan berbagai persoalan hukum kementeriannya.
- Survei melibatkan 1200 responden di 38 provinsi untuk mengevaluasi kinerja pejabat setelah dua tahun pemerintahan.
SuaraJatim.id - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menempati dua posisi berlawanan dalam survei evaluasi kinerja pejabat Kabinet Merah Putih.
Teddy memperoleh penilaian terbaik sebesar 15,8 persen, sedangkan Nusron mendapat penilaian terendah sebesar 0,17 persen.
Temuan tersebut merupakan hasil survei Indonesia Center for Politics & Law Studies (IndocPolls) yang dilakukan pada 15–20 Oktober 2026, menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Direktur Komunikasi IndocPolls, Taufik Ch, mengatakan posisi Teddy tidak terlepas dari peran strategisnya sebagai penghubung Presiden dengan jajaran menteri serta kemampuannya mengomunikasikan kebijakan pemerintah kepada masyarakat.
Baca Juga:PDIP Tergusur Gerindra? Dari Kamar Indekos Bung Karno, Hasto Kirim Pesan Menohok
"Seskab Teddy dinilai unggul terkait posisi strategisnya yang sangat dekat dengan Presiden Prabowo dan tugasnya untuk menjembatani koordinasi dengan jajaran menteri dan pejabat lainnya," ujar Taufik dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Di posisi kedua, Menteri Pertanian Amran Sulaiman memperoleh penilaian 13,6 persen. Menurut Taufik, capaian tersebut berkaitan dengan kiprah Amran dalam mendorong peningkatan produksi beras nasional dan upaya mewujudkan swasembada pangan.
Sejumlah menteri lain yang masuk jajaran dengan penilaian terbaik yakni Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti sebesar 6,5 persen, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi 5,2 persen, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin 3,8 persen.
Berikutnya Menteri Agama Nasaruddin Umar memperoleh 3,5 persen, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono 3,3 persen, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia 2,7 persen, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir 2,1 persen, serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin 2 persen.
Nusron dan Dody di Posisi Terbawah
Baca Juga:CEK FAKTA: 85 Persen Rakyat Setuju Jokowi Jadi Presiden Lagi 2029, Benarkah Survei LSI?
Di sisi lain, Nusron Wahid memperoleh penilaian terendah sebesar 0,17 persen. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyusul dengan 0,25 persen.
Taufik mengaitkan rendahnya penilaian terhadap Nusron dengan sorotan publik terhadap sejumlah persoalan hukum yang menyeret pejabat di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Sementara itu, penilaian terhadap Dody disebut dipengaruhi kontroversi terkait sikapnya terhadap jajaran internal serta polemik perjalanan dinas ke Amerika Serikat.
Sejumlah menteri lain juga memperoleh penilaian rendah, di antaranya Menteri Desa Yandri Susanto dan Menteri Perumahan Maruarar Sirait yang masing-masing mendapat 0,33 persen. Angka serupa diperoleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Adapun Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, serta Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi masing-masing memperoleh 0,42 persen.
Menurut Taufik, penilaian tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pelaksanaan program, kebijakan kementerian, hingga pernyataan pejabat yang memunculkan kontroversi di ruang publik.
Survei IndocPolls melibatkan 1.200 responden dari 38 provinsi yang diwawancarai secara tatap muka. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.