SuaraJatim.id - Pemerintah Kota atau Pemkot Surabaya larang wartawan bertanya kasus anak Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Fuad Bernardi. Fuad Bernardi tengah diperiksa polisi soal kasus tanah ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya.
Kabid Humas Pemkot Surabaya M Fikser meminta para wartawan untuk memberi waktu tidak bertanya perihal itu. Dia menjanjikan Rabu (27/3/2019) besok Risma akan bicara.
"Jangan dulu ya mas, kemungkinan Ibu Wali Kota akan memberi pernyataan besok (Rabu 27/3/2019)," ujar Fikser pada Suara.com.
Fikser menjelaskan Risma ingin bertemu anaknya dulu sore ini.
"Kan ini ibu belum ketemu dengan mas Fuad, nunggu ibu ketemu dulu ya," imbuhnya, saat acara sosialisasi pajak daerah Kota Surabaya.
Sore ini Risma hadir dalam Audiensi dengan Forpimda Terkait Persiapan Pengamanan Kota Jelang Pemilu di kediaman Risma. Wartawan juga menunggu Risma untuk meminta komentar.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Berita Terkait
-
Anak Risma Diperiksa Terkait Jalan Amblas, Polisi: Bukti Tak Tebang Pilih
-
Emak Dua Anak Ini Diciduk Polisi Usai Tipu Ibu-ibu Arisan PKK
-
Putra Sulung Wali Kota Risma Diperiksa Polisi soal Jalan Raya Gubeng Ambles
-
Hari Ini, 2 Mucikari Vanessa Angel Bakal Jalani Sidang Perdana
-
Mantab! Surabaya Punya Ruang Publik Bawah Tanah, Bisa Nonton Teater
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Bayang-Bayang Badai PHK Massal Menghantui Raksasa Otomotif di Mojokerto, Apa Kata Disnaker?
-
Munas dan Konbes NU di Ponpes Al-Falah Ploso Berlangsung Tegang, Aksi Saling Dorong Terjadi
-
Dosen Unair Ikut Demo Bersama Aliansi Rakyat Surabaya Menggugat, Tuntut Prabowo-Gibran Mundur
-
RSUD Dr Soetomo Peringkat Pertama Nasional SCImago International Rankings 2026 Sektor Kesehatan
-
Harga Oli dan Ban Naik Bikin Bengkel di Jatim Kalang Kabut, Kelas Menengah Ikut Terjepit