SuaraJatim.id - Suasana duka masih menggelaut keluarga Darmajdi, ayah almarhum Budi Hartanto, guru honorer sekaligus pengajar tari yang dimutilasi dan mayatnya ditemukan di dalam sebuah koper di bawah jembatan wilayah Udanawu, Blitar, Jawa Timur.
Menurut sang ayah, Budi mempunyai prilaku yang taat beribadah, kepada orang tua, dan pekerja keras. Hampir semua sekolah di Kediri, Nganjuk mengenal Budi, karena kerap diminta untuk mengajar seni tari baik modern maupun tradisional.
Dia pun masih tak menyangka nasib anaknya akan berakhir secara tragis. Sebab, Darmadji menganggap sang anak tak pernah bermusuhan dengan orang lain.
"Anaknya baik. Setahu saya, dia tidak punya musuh. Kami minta supaya polisi segera menangkap pelaku dan menghukum sesuai hukum yang berlaku,” kata Darmaji kepada Beritajatim.com, Kamis (4/4/2019).
Hal senada dikatakan oleh Endang Pujiastutik, Kepala SDN Banjarmlati 2 Kota Kediri. Bersama para guru dan murid, Endang takziah ke rumah duka. Dia mengaku, sangat bersedih dengan meninggalnya Budi.
Budi merupakan bagian dari keluarga besar SDN Banjarmlati 2 Kota Kediri. Dia sebagai tenaga adminitrasi tepatnya sebagai operator dapodik sekolah. Di mata guru dan teman teman kerja, Budi memiliki pribadi yang humoris, suka bercanda. Dia mampu membuat suasana cerita ketika sedang dalam kondisi tegang, mereka merasa kehilangan dengan kematian Budi.
Sementara itu, pihak kepolisian Polda Jawa Timur bersama Polres Blitar dan Polresta Kediri serta Polres Kediri masih menyelidiki kasus pembunuhan sadis ini. Selain memeriksa sejumlah saksi, polisi juga tengah mencari bagian kepala korban yang kini belum ditemukan.
Berita Terkait
-
Mayat Dalam Koper Tak Berkepala, Telanjang dan Banyak Sayatan
-
Polisi Periksa Orang Terakhir Bersama Budi, Mayat Dalam Koper
-
Mayat Penari Tanpa Kepala, Budi Terakhir Pamit Cari Makan bareng Rekannya
-
Mayat Termutilasi dalam Koper, Budi Dikenal Murid Tarinya Sangat Penyabar
-
Asmara, Motif Budi Dibunuh, Kepala Dipotong dan Dimasukan Dalam Koper
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Teka-Teki Mayat Wanita di dalam Innova Pelat Merah di Parkiran Terminal 1 Bandara Juanda
-
Napas Sesak di Tengah Malam: Warga Plemahan Jombang Geruduk Pabrik Plastik yang Mencemari Lingkungan
-
3 Kali Dihantam Ombak, Nakhoda Tenggelam di Perairan Tanjungsari Pasuruan Ditemukan Tewas
-
Jeritan UMKM Probolinggo di Tengah Pemadaman Listrik Bergilir
-
Sembunyikan Sabu di Area Vital, Wanita Ini Tak Berkutik di Tangan Petugas Lapas Surabaya