SuaraJatim.id - Budi Hartanto (28), korban mutilasi yang mayatnya ditemukan tertelungkup dalam koper ternyata berprofesi sebagai guru tari. Kabar duka atas pembunuhan sadis itu pun menyentak kesedihan bagi anak didiknya tarinya di Kediri, Jawa Timur.
Korban dikenal anak-anak muridnya sebagai guru yang sabar dan terbuka.
Perasaan duka tersebut seperti yang disampaikan oleh Safira (18), salah satu murid dance korban. Dia takziah bersama teman-teman sesama anak didik korban ke rumah duka di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Rabu (3/4/2019) malam.
“Orangnya sabar dan terbuka. Kalau anak didiknya punya masalah, dia bisa membantu, bertanya ada apa,” kata Safira seperti dikutip Beritajatim.com, Kamis (4/4/2019).
Gadis remaja berhijab dan memakai kacamata ini mengaku, terakhir berkomunikasi dengan korban melalui grup Whatsapp, Selasa (2/4/2019) siang. Di dalam grup anak-anak didik Budi Hartanto tersebut, korban mengomentari pesan dari Doni tentang informasi adanya lomba tari modern.
“Komunikasi terakhir kemarin siang, masih ada di grup. Ngobrolin adanya informasi lomba. Ada salah satu orang dari guru dance yang menginformasikan ada lomba. Kemudian Mas Budi komentar lomba apa Doni,” beber Safira.
Menurut Safira, Budi Hartanto merupakan guru di Sanggar Tari Cika Dance Home, tempatnya berlatih menari. Sanggar tersebut didirikan oleh Budi dan temannya bernama Zeni yang kini berada di Kupang. Di sanggar ini, para penari dilatih oleh beberapa orang guru. Sementara itu, anak didik dari sanggar tari berasal dari kalangan pelajar.
Tentang kepribadian korban tersebut juga dibenarkan oleh Supadi, pamannya. Keponakannya tersebut, selain baik hati juga rajib bekerja. Pagi harinya, Budi bekerja di SDN Banjarmlati 3 Kediri. Setelah kesibukan di sekolah, Budi memberikan les tari kepada murid-muridnya. Kemudian malam harinya, dia bekerja di kafe miliknya yang ada di kawasan GOR Jayabaya, Kediri.
Disamping kesibukan rutinnya tersebut, lulusan S1 Universitas Terbuka (UT) ini masih menerima beberapa tawaran menari. Sebagai anak sulung, dari tiga bersaudara, putra Darmaji dan Hamidah ini dikenal kerap membantu biaya sekolah kedua adiknya.
Baca Juga: Wabah Flu Babi Afrika Terdeteksi di Perbatasan Kamboja dan Vietnam
Berita Terkait
-
Asmara, Motif Budi Dibunuh, Kepala Dipotong dan Dimasukan Dalam Koper
-
Masih Misterius, Polda Jatim Ambil Alih Mayat Dalam Koper Tak Berkepala
-
Jenazah Mutilasi dalam Koper Dimakamkan Tanpa Kepala
-
Sosok Guru Budi, Korban Mutilasi yang Jasadnya Ditemukan dalam Koper
-
Selain Dimutilasi, Mayat dalam Koper Diduga Jadi Korban Perampokan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Dijual Rp400 Juta: Horor Penyekapan Warga Jepang di Markas Scamming Surabaya
-
Teka-teki Kerangka Manusia Mengering di Area Tambak Surabaya
-
Gubernur Khofifah Pimpin Panen dan Percepatan Tanam: Produksi Naik 5 Persen, Target Ekspor Beras
-
Pendidikan di Ujung Tanduk: Saat Proyek KDMP Mengancam Eksistensi SDN Tegalrejo 1 Blitar
-
BRI Bayar Dividen Tunai Rp31,47 Triliun, Strategi Laba Tetap Berkelanjutan