SuaraJatim.id - Viralnya kabar penghapusan video milik seorang wartawan peliput oleh oknum polisi saat berlangsungnya pertandingan Final Piala Presiden di Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Jawa Timur pada Selasa (9/4/2019).
Kapolrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan memberikan klarifikasi mengenai peristiwa tersebut di Kantor Radio Suara Surabaya, Kamis (11/4/2019).
"Saya juga baru tahu, beberapa waktu yang lalu. Saya prihatin dan menyesalkan kejadian ini," ujarnya kepada awak media.
Pihak kepolisian saat ini, katanya, sudah berkomunikasi dengan perusahaan tempat Anggi Widya bekerja. Bahkan, pihak polisi sudah meminta maaf dengan yang bersangkutan.
"Saya harap ini kejadian tidak terjadi lagi dan bisa saling memahami dan bermaaf-maafan, serta bisa diterima oleh semua pihak," ungkapnya.
Selain itu, Rudi juga menambahkan, bahwa tidak ada sweeping plat nomor kendaraan tertentu di Surabaya.
"Saya himbau agar tidak ada sweeping, dan menjaga kondusifitas di Surabaya," paparnya.
Untuk diketahui pada saat pertandingan Final Piala Indonesia di GBT Surabaya Jawa Timur, terjadi perampasan dan penghapusan video yang dialami wartawan Suarasurabaya.net, Anggi Widya.
Anggi saat itu meliput keadaan di luar Stadion GBT saat mempertemukan dua klub bola asal Jawa Timur, Persebaya dengan musuh bebuyutannya Arema FC. Saat itu, banyak suporter Persebaya memaksa masuk Stadion GBT Surabaya meski tak mengantongi tiket resmi.
Baca Juga: Cerita Andika Kangen Band Viral karena Angkot
Polisi mengambil tindakan dengan cara membubarkan suporter yang tak bertiket itu. Imbasnya, satu awak media menjadi korban arogansi oknum polisi saat aksi pembubaran suporter tak bertiket itu.
Upaya pembubaran massa mendapat perlawanan dari para Bonek Mania (julukan suporter Persebaya). Imbasnya, polisi terpaksa mengeluarkan tembakan gas air mata.
Anggi yang berusaha meliput dan merekam kejadian tersebut, tiba-tiba dipaksa menghapus rekamannya oleh beberapa oknum anggota polisi. Meski pada awalnya sempat bersikeras mempertahankan hasil rekaman gambarnya agar tidak dihapus.
Namun, ia sudah disudutkan dan dikelilingi oleh sejumlah oknum polisi, sembari mendesak agar segera menghapus rekamannya.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Berita Terkait
Pilihan
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
-
Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi hingga Bandung, BMKG Ungkap Dua Klaster
-
Gemuruh Erupsi Gunung Anak Krakatau Terdengar Hingga Pesisir Pandeglang: Bikin Rumah Bergetar
-
Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami
Terkini
-
Perhutani dan Polres Lamongan Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Hutan
-
Jelang Pengesahan Warga Baru Pagar Nusa, Kapolres Bojonegoro: Tak Ada Konvoi!
-
Brakkk! KA Wijaya Kusuma Tertemper Mobil di Perlintasan Jember, Satu Orang Luka Berat
-
Kemacetan di Pelabuhan Ketapang Mulai Terurai, Antrean Truk dari 16 Km Jadi 7 Km
-
Tiba-tiba Nongol, Pengendara Motor Jatuh Nabrak Babi Hutan di Ponorogo