-
Banjir lahar Semeru seret ayah dan anak.
-
Siswi SD terseret lima meter di sungai.
-
Korban gagal masuk sekolah usai libur.
SuaraJatim.id - Peristiwa banjir lahar Semeru kembali menelan korban saat aktivitas warga berlangsung normal. Seorang ayah dan anak terseret arus deras ketika hendak berangkat sekolah di Sungai Regoyo, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim).
Insiden banjir lahar Semeru itu terjadi saat Anton mengantar putrinya, Vita, siswi kelas 4 SD, menyeberangi sungai menggunakan sepeda motor. Derasnya arus membuat kendaraan yang mereka tumpangi kehilangan kendali dan terseret.
Akibat banjir lahar Semeru tersebut, Vita tidak bisa mengikuti hari pertama masuk sekolah usai libur panjang awal Ramadan. Seragam dan perlengkapan sekolahnya basah terendam air banjir.
Kejadian bermula ketika Anton tetap mencoba menyeberang Sungai Regoyo yang kini menjadi jalur alternatif warga. Jembatan limpas di desa tersebut sebelumnya tertimbun material lahar dari Gunung Semeru.
Derasnya arus membuat motor yang dikendarai keduanya terseret. Anton dan putrinya ikut hanyut bersama kendaraan mereka. Video ayah mengantar anak terseret lahar Semeru ini viral di media sosial.
Siswi tersebut sempat berteriak meminta tolong hingga akhirnya warga yang berada di sekitar lokasi bergegas memberikan pertolongan.
Berikut fakta-faktanya.
1. Ayah dan Anak Terseret Saat Menyeberang Sungai
Peristiwa terjadi ketika Anton mengantar putrinya, Vita, berangkat sekolah dengan sepeda motor. Mereka harus menyeberangi Sungai Regoyo karena akses jembatan limpas tertimbun material lahar.
Saat berada di tengah penyeberangan, derasnya arus air membuat motor kehilangan keseimbangan. Keduanya terseret arus banjir lahar bersama kendaraan yang mereka gunakan.
2. Siswi SD Sempat Terseret Lebih dari 5 Meter
Menurut keterangan warga di lokasi, Vita sempat terseret arus cukup jauh sebelum akhirnya berhasil diselamatkan. Jarak hanyutnya disebut mencapai lebih dari lima meter.
3. Tidak Bisa Masuk Sekolah di Hari Pertama Usai Libur
Insiden tersebut membuat Vita gagal mengikuti hari pertama sekolah setelah libur panjang awal Ramadan. Seluruh pakaian dan perlengkapan sekolahnya basah akibat terendam air.
Berita Terkait
-
Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter
-
Gus Lilur Dukung Gus Kikin Susun Pengurus Profesional: PBNU Bukan PWNU Jatim
-
Sejumlah Gunung Api Berstatus Siaga, Anggota DPR Tagih Kekuatan Sistem Peringatan Dini Pemerintah
-
Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
-
Karhutla Gunung Semeru Padam, Lebih dari 3.000 Hektare Area Terdampak
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Aksi Bobol Toko Terpantau CCTV HP, Pencuri di Probolinggo Tewas Dihajar Massa
-
Buntut Demo Geruduk Balai Kota, Wawali Blitar Dipolisikan Terkait Eksploitasi Atlet Anak
-
Gubernur Khofifah Tegaskan Komitmen untuk Percepat BSPS Jatim demi Hunian Layak Masyarakat
-
Berawal dari Urus SIM hingga Nikah Siri, Hubungan Gelap Oknum Polisi di Tulungagung Kena Sidang Etik
-
Kisah Pilu Sopir dan Kernet Asal Mojokerto yang Terpisah saat KM Virgo Transport 8 Mulai Tenggelam