SuaraJatim.id - Tahapan Pemilu 2019 masih dalam proses hingga masa pengesahan presiden dan wakil presiden terpilih pada Oktober 2019 mendatang. Terkait proses Pemilu 2019, sejumlah ulama di Jawa Timur menilai proses demokrasi 5 tahunan di Indonesia secara umum berjalan lancar dan tak menimbulkan masalah yang berarti.
Ketua FKUB Kabupaten Lumajang, H. M Khoiri mengatakan sangat berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menyukseskan jalannya Pemilu 2019.
"Saya mengucapkan berterima kasih kepada warga Lumajang pada khususnya serta seluruh rakyat Indonesia pada umumnya atas partisipasinya dalam Pemilu 2019.," ujar Khoiri.
"Saya juga sangat berterima kasih kepada seluruh jajaran TNI-Polri yang telah bersikap netral serta menjaga keamanan selama tahapan pemilu 2019. Tak lupa juga saya sampaikan terima kasih kepada KPU, Bawaslu, serta seluruh elemen penyelenggara pesta demokrasi ini hingga saat pelaksanaan pleno ditingkat Kabupaten Lumajang berjalan aman, jujur, adil, sangat transparan, demokratis dan tidak ada kecurangan," imbuh dia.
Lebih lanjut, beliau juga berpesan kepada elit politik serta seluruh rakyat Indonesia agar menjadikan pemilu ini sebagai proses pendewasaan dalam berpolitik.
"Harapan kita semua sama, semoga siapa saja yang terpilih nantinya baik sebagai presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPR Provinsi maupun DPR Kabupaten nantinya akan membawa negara kita ke tingkat yang lebih baik lagi. Semoga atas izin Allah SWT keinginan kita dikabulkan amin," ujar Khoiri.
Sementara itu, salah satu tokoh agama sekaligus Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bojonegoro KH. Alamul Huda Masyhur memberikan juga mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya kepada masyarakat, aparat kemananan serta penyelenggara yang telah menyukseskan jalannya pemilu.
"Terima kasih juga kami ucapkan kepada TNI/Polri dan penyelenggara pemilu, sehingga pemilu berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku", ujar pria yang akrab disapa Gus Huda itu.
Gus Huda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan demi kondusifitas dan keguyupan untuk Indonesia, untuk Kabupaten Bojonegoro.
Baca Juga: Coblos Sisa Surat Suara Pemilu, 3 Anggota KPPS dan 1 Saksi Jadi Tersangka
Ia juga meminta apapun hasil dari proses pemilihan Pemilu 2019 merupakan hasil yang konstitusional untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Apapun hasil pemilu, merupakan hasil suara rakyat yang sah dan konstitusional yang harus kita laksanakan bersama demi NKRI," imbuh dia
Berita Terkait
-
AHY Bertemu Jokowi, Andi Arief: Silakan Menuduh Partai Demokrat Abu-abu
-
Bicara Rencana Pertemuan Prabowo - Jokowi, Sandiaga: Mereka Bersahabat
-
Sandiaga 8 Bulan Menunggu Kesedian Ma'ruf Amin untuk Bertemu
-
Jasad Petugas KPPS Gugur di Pemilu 2019 Bisa Diautopsi, Asal...
-
Jokowi Sapu Bersih Semua Kecamatan di Jombang, Saksi Prabowo Mengakui
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Gubernur Khofifah Terima Penghargaan CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Award 2026
-
Momentum Hari Kartini, Gubernur Khofifah Bagikan BBM Gratis & Sembako untuk Ojol Perempuan di Malang
-
Holding Ultra Mikro BRI Percepat Inklusi Keuangan dan Naik Kelas Debitur PNM
-
Gugatan Rp7 Miliar Ressa Terhadap Denada Kandas: Hakim PN Banyuwangi Sebut Salah Alamat
-
Ribuan Jemaah Embarkasi Surabaya Terbang ke Tanah Suci, 2 Orang Terpaksa Tertunda Karena Sakit