SuaraJatim.id - Suasana haru menyelimuti Jemaah Masjid Al Akbar Surabaya, Jawa Timur, usai pelaksanaan Salat Tarawih pada malam pertama Ramadan 1440 Hijriah. Lantaran, pada awal Ramadan tahun ini, seorang non-muslim berikrar menjadi mualaf di hadapan jemaah.
Mualaf yang diketahui bernama Andreas (37) akhirnya mendapat hidayah dan berkah di ulan Ramadan. Andreas usai mengucap dua kalimat syahadat pun merasa lega setelah resmi dinyatakan masuk Islam pada malam pertama di bulan yang penuh berkah ini.
"Keinginan masuk Islam sudah lama, baru terlaksana hari ini. Lega, plong rasanya, tidak terbayangkan," ujarnya kepada Suara.com, Minggu (5/5/2019) malam.
Andreas sendiri mengaku merasa menemukan agama yang membuat dirinya nyaman.
"Karena saya ingin ke jalan yang benar. Sebelumnya di agama saya yang dahulu belum menemukan yang srek dan meyakini, dan akhirnya saya memilih untuk masuk Islam," ujarnya.
Meski begitu, keluarga Andreas, anak istrinya, belum menjadi muslim, saat ini hanya dia seorang yang sudah resmi memeluk Islam.
"Saya sudah beristri dan memiliki anak satu. Saat ini saya tinggal di Mess Gayung Kebonsari, sebagai pegawai negeri sipil. Anak sama istri belum tahu, ya nanti saya beri tahulah, yang penting saya islam dulu, belajar solat yang bener belajar tentang islam yang bener. Baru saya bilang ke anak dan istri saya. Tidak muluk-muluk," ungkapnya.
Diakuinya, dalam keluarganya sendiri sebenarnya kakek dan neneknya beragama Islam, namun karena sang ibu berpindah agama, akhirnya Andreas memeluk agama ibunya.
"Sebenarnya kakek dan nenek saya seorang muslim. Saya bersama teman saya yang menuntun masuk Muslim," ujar Andreas.
Baca Juga: Begini Cara Ajak Laptop Jadi Mualaf
Sementara itu, Ketua Umum MUI Jawa Timur yang menuntun Andreas berikrar masuk Islam, KH Abu Shomad Bukhori berharao agar tetap memberikan dorongan bagi mualaf, untuk semakin tekun beribadah.
"Seharusnya mereka harus diawasi terus, terbina, semacam harus ada organisasinya ya, mestinya anak-anak muda ini yang harus tampil di acara seperti ini," ungkap Abu Shomad.
Sementara, Kepala Bagian Dakwah Masjid Al Akbar M Abdul Choliq Idris mengatakan Andreas adalah mualaf pertama yang diikrarkan pada Bulan Ramadan tahun ini.
"Andreas ini pertama kali di Bulan Ramadhan tahun ini, dan momentumnya spesial, baru kali ini dalam sejarah, selesai solat tarawih berjama'ah," pungkasnya.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Berita Terkait
-
Dulu Bilang Alquran Racun, Politikus Anti Islam Belanda Kini Jadi Mualaf
-
Ayah Relakan Anak Perempuannya menjadi Mualaf, Alasannya Bikin Terharu
-
Lindswell Kwok dan Hulaefi Menikah, Menpora Panjatkan Doa Ini
-
Beasiswa Disetop karena Mualaf, Ini Tanggapan Menristekdikti
-
Jadi Mualaf Beasiswa Arnita Diputus Pemkab, Ini Penjelasan IPB
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Terungkap! Ini Cara Polda Jatim Bongkar Kasus Penipuan Berkedok Arisan Bodong
-
Puluhan Pohon Jati di RPH Sukun Bojonegoro Diduga Dibabat, Perhutani Lapor Polisi
-
BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Jatim hingga 15 Agustus, Ini Titiknya
-
Kedok Amanah Berujung Nestapa: Bagaimana Arisan Online Rp71 Miliar Menjerat Korban se-Indonesia
-
BPBD Pastikan Titik Api Karhutla Gunung Bromo di Probolinggo Padam