SuaraJatim.id - Seorang bayi perempuan berinisial ENA tewas saat dititipkan orang tuannya di Tempat Penitipan Anak (TPA) "Princess House Childcare" di Jalan Badak Sari I nomor 2A, Denpasar, Bali.
Dalam kasus ini, polisi pun telah menetapkan pengelola TPA berinisial LAT (39) dan NMSP alias Bu Made (39) sebagai tersangka.
Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan menyampaikan, status keduanya ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap lalai hingga mengakibatkan bayi berusia 3 Bulan tersebut tewas.
Menurut dari hasil pemeriksaan kedua tersangka terungkap, Kamis (9/5) sekitar pukul 07.30 Wita, Andika Anggara, orang tua korban datang ke TPA untuk menitipkan anaknya. Bayi mungil tersebut lalu dititip ke pegawai, saksi EJL alias Evi.
“Bayi dititipkan sejak 2 minggu lalu, datang pagi malam pulang," kata Ruddi seperti diwartawakan Beritabali.com--jaringan Suara.com, Selasa (14/5/2019).
Setelah orang tua korban pergi, oleh saksi Evi, bayi diserahkan ke tersangka LAT yang kemudian mengasuhnya, memberikan susu, mengganti popok bayi serta memandikannya. Sekitar pukul 15.30 Wita, korban sempat terbangun dan menangis.
Saat itu, bayi ENA kemudian dibungkus dengan selendang, lalu diberikan susu oleh tersangka.
Namun bayi perempuan itu hanya minum susu sedikit dan perempuan asal Malang Jawa Timur itu menengkurapkan korban sambil menepuk-nepuk pantatnya.
“Setelah menepuk pantat korban, tersangka Tina meletakkan korban di atas kasur dengan posisi tengkurap dan ditinggalkan karena akan mengasuh bayi lainnya,” beber mantan Kapolres Badung ini.
Sekitar pukul 16.30 Wita, seorang perawat bernama Nanik sempat masuk ke kamar dan melihat korban tidur dalam posisi tengkurap, sehingga saksi membalikkan badan korban dengan posisi terlentang. Tak lama, sekitar pukul 17.00 wita, tersangka Tina kembali masuk ke kamar dan menggendong korban.
“Tersangka mengaku melihat korban sudah lemas dan dia panik memanggil teman-temannya,” ujar Kombes Ruddi.
Korban akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Bross untuk mendapatkan perawatan medis. Namun sayang, saat berada di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.
“Kami masih menunggu hasil autopsi dari tim medis,” terangnya.
Kombes Ruddi menerangkan, karena ditemukan unsur kelalaian hingga tewasnya korban, penyidik menetapkan kedua tersangka Tina dan Bu Made pemilik TPA TPA Princes House Childcare dalam pasal berlapis. Yakni, Pasal 76B Jo, Pasal 77B UU RI No.23 tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU RI no.23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 359 KUHP dan Pasal 55 KUHP ancaman 5 tahun penjara.
Sementara barang bukti yang diamankan yakni 1 buah kasur, 1 lembar Sprei, 1 buah bantal dan sarung, 1 buah Decoder / DVR CCTV, 1 botol dot susu bayi, 1 baju terusan anak dan 1 buah jarit warna coklat motif batik.
Baca Juga: Terjadi Lagi, Seorang Bayi Meninggal Gara-gara Rokok Elektrik
Berita Terkait
-
Diduga Hipnotis Petugas, Dua Tahanan Kabur dari Rutan Mapolresta Denpasar
-
Sambil Dagang Lalapan, Sejoli Ini Edarkan Sabu-sabu Dikemas dalam Pot Bunga
-
Lelaki Diduga Mabuk Mengamuk di Jalanan, Serang Warga Pakai Pedang
-
Bayi Tewas, Kepala Hilang Diduga Dimangsa Anjing
-
Ditinggal dalam Mobil di Siang Bolong, Bayi Tewas Kepanasan
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Jatim Sumbang 51% Produksi Gula Nasional, Khofifah Genjot Produktivitas Lewat Program Bongkar Ratoon
-
Evaluasi Boleh, Bubar Jangan! Suara Relawan SPPG Blitar Raya Dukung Program MBG
-
Mengaku Wartawan dan LSM, Makelar Kasus Gadungan di Pasuruan Gondol Rp120 Juta demi Sabu
-
Aset Mangkrak Jadi Kafe Hits 24 Jam: Begini Cara Pemkab Blitar Sulap Lahan Mati Jadi Ladang PAD
-
GrabCar Plus dan GrabCar Premium di Surabaya Hadirkan Layanan Perjalanan Nyaman serta Eksklusif