SuaraJatim.id - Jika selama ini lampion atau lentera selalu diidentikan dengan negeri tirai bambu, namun jika melihat Lentera Damar Kurung tentunya tidak mengira kalau buah tangan tersebut merupakan salah satu kerajinan khas Kabupaten Gresik, Jawa Timur
Lentera berbentuk kubus dengan lapisan gambar dua dimensi, dengan penyangga untuk lentera menjadi populer di kalangan Masyarakat Gresik sejak 1904 silam. Adalah Masmundari yang mempopulerkan buah tangan tersebut.
Lewat karya-karya Masmundari itu, lentera Damar Kurung yang menjadi salah satu icon kota Gresik menjadi terkenal di indonesia hingga manca negara seperti Jerman, Belanda, Perancis dan Australia yang menyimpan karya Masmundari di museum negara tersebut.
Untuk melestarikan seni budaya Damar Kurung yang mulai ditinggalkan masyarakat Gresik, Institut Damar Kurung menggelar kelas Damar Kurung ke berbagai lapisan masyarakat mulai pelajar, mahasiswa, remaja masjid dan masyarakat umum.
Ketua Damar Kurung Institut, Novan Effendi mengatakan melalui platform sekolah warga, melanjutkan edukasi tentang seni membuat Damar Kurung untuk pelestarian seni dan budaya.
Sekolah warga kelas Damar Kurung ini menjadi cikal bakal program berkelanjutan yang akan menjadi platform ekonomi desa berbasis pertukaran pengetahuan bersama, sebagai upaya praksis seni partisipatori oleh warga secara kolektif.
"Sekolah warga kelas Damar Kurung ini sebagai aplikasi kepada warga untuk melestarikan seni budaya asli kota Gresik. Kemudian karya-karya mereka akan dipamerkan dalam perayaan Damar Kurung," kata Novan, Selasa (21/5/2019)
Novan melanjutkan, program pengenalan dan pelestarian seni budaya Damar Kurung diaplikasikan melalui sekolah warga di Desa Ngasin Kecamatan Balongpanggang bersama Remaja Masjid Roudlotul Jannah.
"Kelas warga ini melibatkan anak-anak TK, TPQ, TPA, sekolah, pemuda, hingga pamong dan pemerintah desa yang bersama-sama, bergotong royong dengan diawali sosialisasi dan workshop pembekalan pengetahuan dasar perihal seni tradisi dan budaya Damar Kurung," ujar pemuda 35 tahun ini.
Baca Juga: Mendedah Gurih Manisnya Enting-enting, Jajanan Lebaran khas Tulungagung
Kemudian, lanjut Novan pada puncak Sekolah warga itu, lentera Damar Kurung nanti akan dirayakan dengan perayaan menyalakan Lentera Damar Kurung hasil karya warga pada tanggal 24-26 Mei mendatang.
"Setelah selesai program kelas bagi warga, karya-karya Damar Kurung itu nanti akan dirayakan dengan menyalakan lentera Damar Kurung berkeliling desa dan kemudian di pajang," jelasnya.
Berikutnya, kata Novan, sekolah kelas Damar Kurung kemudian akan di laksanakan di desa Huaan, kecataman Menganti kabupaten Gresik yang di ikuti oleh anak-anak sekolah TK di wilayah tersebut.
"Program kelas ini akan berlanjut di desa Hulaan, Menganti yang diikuti anak-anak TK di sana Minggu depan," ucap Novan.
Kontributor : Tofan Kumara
Berita Terkait
-
Mendedah Gurih Manisnya Enting-enting, Jajanan Lebaran khas Tulungagung
-
Tak Cukup Seporsi, Sensasi Pedas Merekah Ayam Lodho Bikin Nambah Terus
-
Dari Bakso Gulung Hingga Nasi Bu Macan, Lezatnya 4 Kuliner Khas Bondowoso
-
Bongko Kopyor, Kuliner Khas Gresik yang Laris di Bulan Ramadan
-
Bulan Ramadan, Permintaan Songkok Meningkat Hingga 200 Persen
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara
-
Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi