SuaraJatim.id - Seorang warga Surabaya bernama Ernita (31) mengaku menjadi korban hipnotis atau gendam oleh pelaku kejahatan yang mengaku sebagai tabib. Dari aksi penipuan ini, pelaku berhasil membawa kabur uang Rp 1 juta dan sekotak perhiasan milik korban.
Ernita mengatakan, aksi penipuan itu berawal ketika korban hendak mengobati penyakit yang diderita Yudha, suaminya. Niat hati ingin sembuh, pasangan suami istri (pasutri) yang tinggal di rumah kos Jalan Tempel Sukorejo, Surabaya ini malah kehilangan harta berharganya.
Ditemui usai melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polsek Tegalsari, Selasa (11/6/2019), Ernita mengaku sudah beberapa bulan terakhir mengenal tabib gadungan yang mengaku bisa mengobati berbagai penyakit dengan media pijat. Dari itu, Ernita kemudian meminta tolong agar suaminya bisa sembuh.
Setelah bersepakat bertemu sekitar pukul 22.00 Wib, Sabtu (8/6/2019), sang tabib dan teman-temannya mendatangi indekos Ernita. Sebelum melancarkan aksinya, tabib abal-abal itu terlebih dulu mengajak korban untuk berkonsultasi terkait penyakit yang diderita.
"Suami istri itu, (terduga pelaku) mengatakan jika suami saya terkena guna-guna yang dikirimkan oleh seseorang yang tidak suka dengan keluarga saya," kata korban seperti dilansir Jatimmow.com.
Ernita dan Yudha yang sudah percaya dengan sang tabib, akhirnya menuruti semua ucapan pelaku. Salah satunya yaitu permintaan uang tunai Rp 1 juta untuk membeli paku emas sebagai syarat ritual.
Namun sebelum menyerahkan uang tersebut, Yudha terlebih dulu menjalani ritual awal yaitu berdoa bersama istrinya.
"Saat berdoa, saya disuruh menghadap tembok. Doa dipimpin si tabib tadi," lanjut Ernita.
Saat para korban sedang berdoa, perempuan yang saat itu diajak sang tabib diduga mulai mengacak-acak setiap sudut ruangan kos untuk mencari barang berharga milik Ernita.
Baca Juga: Jadi Korban Penipuan, Penerima Uang Kerohiman PT KAI Rugi Rp 18 Juta
"Saat itu saya sempat curiga dan hendak menoleh ke belakang. Namun saat mau menoleh, saya ditegur si tabib dan disuruh fokus berdoa agar cepat diberi kesembuhan," sambung Ernita.
Setelah prosesi ritual selesai, tanpa rasa takut, sang tabib dan si perempuan itu kemudian berpamitan. Seperti terkena gendam, Ernita, suaminya dan satu anaknya hanya bisa menganggukkan kepala. Mereka baru menyadari setelah beberapa menit kepergian sang tabib.
"Setelah mereka pamit, kemudian emas yang saya simpan di dalam kotak di meja rias sudah lenyap. Saya juga sudah mencoba mengontak mereka dan meminta untuk mengembalikan barang-barang itu. Namun, ponselnya malah nggak aktif. Saya bersama suami kemudian melapor ke sini (Polsek Tegalsari)," tandas Ernita.
Terpisah, Kapolsek Tegalsari Kompol Rendy Surya melalu Kanitreskrim Iptu Zainul Abidin membenarkan adanya laporan tersebut. Kini, Tim Anti Bandit Polsek Tegalsari sudah disebar untuk memburu pelaku sesuai dengan ciri-ciri yang diberikan korban.
"Masih kami selidiki di mana para pelaku biasa tinggal dan melancarkan aksinya. Kami masih bekerja," sebut Abidin.
Berita Terkait
-
Dituduh Terlibat Penipuan, Gusti Randa Polisikan Putra Eks Gubernur Bali
-
Modus Kupon Berhadiah Logam Mulia, Sindikat Penipuan Ini Incar Emak-emak
-
Penipuan Modus Calo, Dua Emak-emak Ini Incar Pemohon SIM di Polres
-
Polisi Telisik Dugaan Kampanye Hitam di Kasus Penipuan Mencatut Jokowi
-
Rachmawati Soekarnoputri Dilaporkan ke Polda Jatim Atas Kasus Penipuan
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
Terkini
-
BRI Dorong Generasi Muda Mulai Menabung dan Investasi Sejak Dini
-
Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa, Warga Panik: Anak-anak Dilarang Pakai Air Keran
-
Perhutani dan Polres Lamongan Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Hutan
-
Jelang Pengesahan Warga Baru Pagar Nusa, Kapolres Bojonegoro: Tak Ada Konvoi!
-
Brakkk! KA Wijaya Kusuma Tertemper Mobil di Perlintasan Jember, Satu Orang Luka Berat