SuaraJatim.id - Bocah 8 tahun bernama Nizam Dwi Pramana harus dilarikan ke RSUD RA Basoeni, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Kaki dan tangan Nizam mengalami luka bakar diduga setelah menginjak limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dibuang di pesawahan desa setempat.
“Sekitar tiga minggu lalu, adik saya bermain dengan temannya di persawahan dan menginjak limbah,” ujar kakak korban, Firdausi Rahmawati (13), Jum’at (19/7/2019).
Rahmawati menerangkan, saat itu adiknya bermain sepeda bersama temannya. Saat di lokasi yang menjadi lokasi pembuangan diduga limbah B3, korban turun dan mengambil botol air mineral yang ada di atas limbah. Namun kaki korban terpelosok.
“Kaki adik saya terpelosok ke dalam limbah itu, mengalami luka bakar dan melepuh dan oleh warga ditolong dan dibawa ke Puskesmas Keboan (Kabupaten Jombang, red). Disana dirawat selama tiga hari tapi karena BPJS tidak aktif sehingga harus mengaktifkan dulu,” katanya.
Setelah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) aktif, korban dibawa ke RSUD RA Basoeni. Korban masuk rumah sakit plat merah tersebut pada Rabu (17/7/2019) dan di operasi pada Kamis (18/7/2019).
Rahmawati menuturkan, hingga saat ini adiknya belum bisa sekolah seperti biasa karena harus dirawat di RS.
“Limbahnya bentuk abu warna abu-abu, tidak tahu siapa yang buang sekitar lima minggu lalu sudah ada di situ. Kalau yang di sebelahnya, bentuknya lebih padat dan warnanya hitam tapi tidak panas. Yang abu itu panas,” jelasnya.
Nenek korban, Suparmi menambahkan, cucunya saat itu pamit hendak bermain sepeda dengan temannya.
“Dia baru pulang ngaji, dijemput temannya Rifki diajak bermain. Sempat saya larang karena mau magrip tapi katanya cuma sebentar,” tuturnya.'
Baca Juga: Indonesia Ratifikasi Konvensi Minamata tentang Limbah B3
Tak lama Suparmi mendapat laporan dari warga kalau cucunya terluka di bagian tangan dan kaki.
Kemudian Suparmi dapat laporan dari warga kalau cucunya itu sempat disiram air pada bagian tubuhnya. Sementara korban mengeluh panas di bagian yang terbakar.
Hingga saat ini, anak pasangan Mistikana dan Achmad Chariri warga Dusun Kedung Bulus, Desa Watesprojo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto di ruang Lavender RSUD RA Basoeni, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.
Berita Terkait
-
Lagi, Lahan Milik Pemkot Semarang Jadi Tempat Pembuangan Limbah Beracun
-
Limbah Misterius Pencemar PDAM Dievakuasi, Pemkot Buru Pelaku Pembuangan
-
Uji Laboratorium Limbah Misterius, PDAM Semarang: Mengandung Amoniak
-
Setjen DPR Terima Konsultasi DPRD Asahan
-
BPJS Minta Pemerintah Bikin Kebijakan Mitigasi Bencana via Jaminan Sosial
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT
-
Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara