SuaraJatim.id - Mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur, tak kunjung henti dipersekusi. Setelah diteror pengepungan serta ujaran rasis oleh oknum TNI dan anggota organisasi massa, mahasiswa yang tinggal di Kamasan III dilempari dua karung berisi ular.
Karung-karung berisi ular tersebut dilemparkan ke dalam area asrama mahasiswa Papua, Senin (9/9/2019) subuh sekitar pukul 04.19 WIB.
Ketua Biro Komite Pusat Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Yohanes Giyai mengatakan, dua karung berisi ular hidup itu dilemparkan ke dalam asrama oleh orang tak dikenal.
“Sekitar jam 04.19 WIB, ada dua sepeda motor berhenti di depan asrama. Lalu mereka buang dua karung berisi ular,” kata Yohanes Giyai kepada Jubi.co.id—media massa daring yang berbasis di Papua melalui sambungan selulernya.
Yohanes Giyai menuturkan, orang tak dikenal itu melempar dua karung berisi ular melewati pagar asrama dalam kondisi tak terikat.
Sedikitnya dua ekor ular terlepas dari dalam karung dan menjalar di asrama. Para mahasiswa mengkhawatirkan ular tersebut berbisa.
“Kami terkejut dengan kiriman ular itu. Kami kejar dua orang itu, tetapi mereka lari. Sejumlah dua ular yang keluar [dari karungnya] itu masih dalam pencarian di pekarangan asrama. Dan kami menduga ular itu berbisa sebab sangat agresif,” katanya.
Yohanes Giyai mengatakan, sejak peristiwa persekusi dan rasisme terhadap para penghuni Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III pada 16 dan 17 Agustus 2019, aparat keamanan telah mendirikan pos di dekat asrama.
“Mereka memantau saat kami keluar asrama untuk mengejar orang yang melemparkan karung berisi ular,” kata Yohanes Giyai.
Baca Juga: Ini Ciri Pelempar Ular Piton ke Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya
Sementara Komite Pusat Aliansi Mahasiswa Papua Jhon Gobay mengutuk keras pelemparan karung berisi ular ke Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III Surabaya itu.
“Ketidak-adilan terus terjadi [terhadap] kami, mahasiswa Papua. Pelakunya sangat rasis. Teror terhadap mahasiswa ini harus usut tuntas,” katanya.
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Dilempar Ular Piton, Mahasiswa Papua di Surabaya 2 Kali Diteror
-
Ini Ciri Pelempar Ular Piton ke Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya
-
Diteror! Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya Dilempar Ular Piton
-
Menolak Lupa, LBH Surabaya Sindir Janji Jokowi Tuntaskan Kasus Munir
-
Sebelum Tetapkan DPO, Polisi Mau Bujuk Keluarga Veronica Koman
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Dukung Tumbuh Kembang Anak, BRI Prioritas Perluas Privilege Lewat Kolaborasi dengan Sequoia School
-
Janjikan Jalur Khusus Masuk Kejaksaan, Oknum Advokat di Surabaya Gasak Duit Korban Rp520 Juta
-
Babak Baru Korupsi Kebun Binatang Surabaya: Sprindik Jilid II Terbit, Aliran Dana ke Dewan Disorot
-
Jerat 6 Korban hingga Rp4 Miliar, Bos Arisan MeAow Resmi Dijebloskan ke Bui
-
Banjir Rendam Sawah, Petani Bawang Merah Tulungagung Rugi Belasan Juta