SuaraJatim.id - Menyaru sebagai anggota polisi kemudian melakukan pemerasan kepada pemilik apotek di raya Boboh, Menganti, Kabupaten Gresik, dua warga Surabaya, Agus Widodo (45) asal Banyu Urip dan Musrizal (53) asal Manukan Wetan ditangkap Polres Gresik, Kamis (12/12/2019).
Sebelum digelandang polisi, Musrizal mengaku hanya sekali melakukan aksi pemerasan dengan menyaru sebagai anggota polisi yang berdinas di Polda Jatim. Ia pun mengaku melakukan aksinya secara acak dengan memilih apotek sebagai target pemerasan.
"Hanya sekali ini melakukan aksi modus begini. Saya memilih target apotek secara acak. Menyaru sebagai polisi agar korban ketakutan," kata Musrizal kepada Suara.com.
Sementara itu, kepada awak media, Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo menjelaskan awalnya pelaku datang ke apotek korban di Jalan Raya Boboh, Menganti, Gresik. Mereka datang berdua menggunakan mobil xenia warna hitam nopol L 1178 XF yang diganti dengan plat palsu, L 1260 IP.
Tersangka kemudian mengancam pemilik apotek dengan mengatakan obat yang dijual ilegal tanpa resep dokter. Pelaku lalu mengancam korban akan dibawa ke Polda Jatim.
"Pelaku menakut-nakuti korban dengan tudingan melanggar hukum. Korban pun syok dan takut. Setelah itu korban dibawa ke dalam mobil dan menanyakan alamat agen obat yang dijual tersebut. Kemudian dijawab korban (agen) ada di Daerah Cerme,” kata Kusworo di Halaman Mapolres Gresik.
Selanjutnya, ketiganya mendatangi alamat agen obat korban, baru setelah itu menuju Surabaya. Namun dalam perjalanan, pelaku dihubungi suami korban. Dari situlah permintaan pelaku disepakati senilai Rp 20 juta.
“Setelah mendatangi agen obat korban, kemudian bergerak ke Surabaya. Pelaku langsung mengancam untuk kedua kalinya. Awalnya minta uang Rp 40 juta kemudian disepakati menjadi Rp 20 juta jika tidak diberi akan dilaporkan ke Polda,” terang Kusworo Wibowo.“Pelaku dan korban bertemu dengan suami korban di satu tempat. Saat itu suami korban hanya membawa uang Rp 2 juta karena memang yang dibawa korban hanya segitu. Selanjutnya suami korban telepon ke polisi,” tambah Kusworo Wibowo.
Mobil pelaku kemudian kedapatan melintas di Pertigaan Jalan Boboh, Menganti. Polisi pun segera mengamankan pelaku di Mapolsek Menganti beserta barang buktinya.
Baca Juga: Jokowi Tinjau Pembangunan LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Atas dasar perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis pasal 333 merampas kemerdekaan hak, pasal 368 pemerasan, dan pasal 335 perbuatan yang tidak menyenangkan.
Kontributor : Tofan Kumara
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor
-
Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini
-
Pemkot Surabaya Rebut Kembali Lahan Senilai Hampir Rp1 Triliun
-
Dicecar Kasus Dugaan Penipuan Rp214 Juta, Wawali Blitar: Jangan Tanya di Luar Urusan KONI
-
Dicap Underbow PKI oleh Majalah Terbitan Kemenag, GMNI Meradang: Fatal, Ini Bukan Sekadar Typo