SuaraJatim.id - Rencana penutupan permanen Jalan Raya Porong memunculkan banyak penolakan dari warga setempat. Termasuk pedagang warung kopi (warkop) pinggir jalan tersebut yang tak rela jika akses tersebut ditutup.
"Saya tidak rela kalau Jalan Raya Porong ditutup. Sumber saya satu-satunya hanya mengandalkan orang lewat saja. Kalau jalannya ditutup pastinya tidak ada yang lewat dan pembeli saya pasti hilang," kata pedagang warkop Safitri (43) saat ditemui Suara.com pada Selasa (24/12/2019).
Jika Jalan Raya Porong ditutup, kata Safitri, kampungnya akan jadi "kota mati". Jika sudah seperti itu, ia meyakini Warga Porong akan akan sengsara.
"Kalau tetap ditutup pasti akan jadi "kota mati" semua usaha disini tidak akan jalan dan warga tambah sengsara," katanya.
Safitri menceritakan, selama 25 tahun tinggal di Porong bersama suami dan anaknya, perekonomiannya selalu pas-pasan. Hasil kerja suaminya yang hanya pekerja buruh kupas kelapa, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.
Lantaran itu, Safitri memutuskan membantu suaminya dengan cara berdagang kopi kecil-kecilan. Anaknya pun juga ikut membantu dengan menjadi polisi cepek.
Keuntungan warkop Fitri hanya berharap dari pengguna Jalan Raya Porong dan warga yang belanja di sekitar Porong.
"Kalau jalannya ditutup, tidak ada lagi pengguna jalan. Kalau tidak ada pengguna jalan, otomatis warga tidak ada yang belanja, baik di toko maupun di pasar. Kondisi itu pasti akan berpengaruh pada warung saya," jelasnya.
Fitri berharap, pemerintah tahu kondisi rakyat kecil sepertinya. Meski sudah ada Jalan Arteri Porong, ia berharap Jalan Raya Porong Lama tetap difungsikan.
Baca Juga: Rencana Jalan Porong Ditutup, Warga: Cukup Lapindo Saja, Pemerintah Jangan
"Hutang saya banyak. Untuk kebutuhan sehari-hari, saya dan anak saya bantu suami meski hany untuk sedikit. Saya berharap Jalan Porong tetap berfungsi meski sudah ada Jalan Arteri Porong. Saya yakin bukan hanya saya yang menolak," pungkasnya.
Untuk diketahui, Rencana Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII menutup Jalan Raya Porong secara permanen mendapat dukungan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur (Dinas PU Bina Marga Jatim).
Persetejuan tersebut disampaikan Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim Gatot Sulistyo Hadi. Dia beralasan, kondisi jalan tersebut sudah ambles dan dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan.
Kontributor : Achmad Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Arus Mudik H-4 Idulfitri, 100 Ribu Orang Sudah Berangkat dari Stasiun Gambir
-
Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
6 Fakta Kecelakaan Bus Haryanto Tabrak 5 Mobil Pemudik di Tol Batang
Terkini
-
BRI Tebar Kepedulian Ramadan 1447 Hijriah Lewat Santunan Bagi 8.500 Anak Yatim
-
Mudik Lebaran 2026 Lebih Nyaman, BRI Hadirkan Posko BRImo di 5 Rest Area
-
Liburan Lebaran ke Luar Negeri Dijamin Lebih Tenang dengan Debit BRI Multicurrency
-
Gus Ipul: PBNU Mulai Siapkan Agenda Muktamar Agustus 2026
-
Luar Biasa! Gadis Pemandu Karaoke Madiun Bagikan Takjil Hasil Keringat Sendiri