SuaraJatim.id - Buntut dari ucapan bisa memanggil Rasulullah dan malaikat, Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat dan Aliran Keagamaan (PAKEM) Kabupaten Pasuruan akhirnya meminta penjelasan Ningsih Tinampi.
Tim Koordinasi PAKEM yang hadir terdiri dari unsur MUI, FKUB, Kemenag, Dispendukcapil, Dinas Kesehatan, Polri, TNI, BIN, Satpol PP dan beberapa ormas lain. Sayangnya, pertemuan yang berlangsung di Aula Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan, digelar tertutup.
Kasi Intel Kejari Kabupaten Pasuruan Erfan Effendy membenarkan adanya pemanggilan Ningsih, pemilik pengobatan alternatif di Pasuruan tersebut. Ningsih dipanggil untuk klarifikasi terkait beberapa kontroversial yang beredar luas selama ini.
"Mulai dari ucapannya yang bisa memanggil Rasulullah, malaikat dan sejenisnya. Hingga pola pengobatan di tempatnya, mulai tarifnya, prosedur dan sejenisnya," kata Erfan pada Senin (10/2/2020).
Hasil dari klarifikasi tersebut, lanjut Erfan, Ningsih diminta untuk tidak membuat perkataan yang membuat gaduh atau keresahan banyak pihak.
"Tadi sudah terklarifikasi, Ningsih sebenarnya keplicuk (salah ngomong). Dia ingin menyampaikan, InsyaAllah dalam melakukan pengobatan berdasarkan Agama Islam dan dilindungi oleh malaikat, rasul dan Tuhannya."
Erfan mengatakan, Ningsih juga menyesal dan meminta maaf kepada semua pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut. Ia sudah menyampaikan permintaan maaf dan tidak akan mengulangi perbuatannya kembali. Ningsih juga memastikan tidak ada niatan untuk berlaku seperti itu.
Menurut Erfan, tim koordinasi PAKEM tidak melarang aktivitas pengobatan yang ada di tempat Ningsih Tinampi, meski sampai sekarang jenis pengobatan Ningsih Tinampi ini belum bisa diklasifikasikan atau dikategorikan pengobatan yang sudah diatur dalam peraturan pemerintah.
Dalam PP 103 tahun 2014 Pasal 7 dijelaskan, macam macam pengobatan pelayanan kesehatan tradisional ada empiris, komplementer, dan integrasi.
Baca Juga: Ningsih Tinampi Salahkan Pakaian Korban Pemerkosaan, Ini Pembelaannya
"Nah, jenis pengobatan di Ningsih Tinampi ini hampir mendekati jenis yang komplementer, meski tidak bisa disebut sebagai komplementer."
"Kami tidak melarang. Hanya saja, kami memberikan masukan dan memberikan peringatan agar Ningsih Tinampi tidak membuat kegaduhan atau keresahan melalui channel youtubenya atau penyampaian atau kalimatnya saat sedang melakukan pengobatan terhadap pasiennya," jelasnya.
Dikonfirmasi mengenai kemungkinan adanya sanksi tegas jika Ningsih kembali melakukan hal yang meresahkan, Erfan menegaskan, masih akan mendalaminya.
"Semisal ada pelanggaran lagi, akan kami rapatkan dan kami pastikan tidak hanya teguran seperti sekarang tapi akan ada tindakan lain. Kami akan membina semua yang ada di Ningsih Tinampi, mulai tim videonya, pekerja disana dan lainnya."
Kontributor : Achmad Ali
Berita Terkait
-
Ningsih Tinampi Salahkan Pakaian Korban Pemerkosaan, Ini Pembelaannya
-
Dikecam, Tabib Ningsih Tinampi Salahkan Pakaian Wanita Korban Pemerkosaan
-
Ningsih Tinampi dan Pengobatan Suprantural di Era Revolusi 4.0
-
Mengintip Ruang Praktik Pengobatan Alternatif Ningsih Tinampi yang Viral
-
Tarif Pengobatan Ningsih Tinampi, Lepas Tali Pocong Paling Mahal
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara
-
Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh