SuaraJatim.id - Warga Tumpang Pitu Banyuwangi yang ingin menemui Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kantor Gubernur yang berada Jalan Pahlawan Nomor 110 Surabaya harus menelan pil pahit, lantaran orang nomor satu di Jatim tersebut tidak berada di tempat.
Dari informasi yang beredar, Khofifah sedang menyaksikan pertandingan Final Piala Gubernur Jatim 2020 antara Persebaya melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Seorang warga Tumpang Pitu Nur Hidayat menyatakakan bakal tetap berjuang untuk menemui Khofifah. Jika kedatangan mereka untuk menemui Khofifah gagal pada Kamis (20/2/2020) ini, mereka bertekad akan kembali ke Kantor Gubernur Jatim.
"Kalau Gubernur enggak menanggapi kami, kami tetap bertahan disini," ujarnya.
Kedatangan Warga Tumpang Pitu tersebut bertujuan untuk menuntut Khofifah mencabut izin pertambangan emas di dekat kawasan tempat tinggal mereka. Warga yang datang didampingi LBH Surabaya ini diketahui bersepeda dari titik awal mereka berangkat di Banyuwangi.
Direktur LBH Surabaya, Abdul Wachid Habibullah mengatakan, izin pertambangan yang dikeluarkan Khofifah membuat warga terancam karena pertambangan tersebut berada di tempat mereka mencari nafkah.
"Secara hukum, kalau kita membaca konteks perizinan UU Nomor 30 tahun Tahun 2014 tentang administrasi pemerintahan bahwa gubernur atau pemberi izin itu bisa melakukan pengendalian, bisa melakukan aksi evaluasi atas izin yang sudah dikeluarkan olehnya."
Lebih lanjut, dia juga menambahkan persoalan di Tumpang Pitu harus diselesaikan dengan pencabutan izin yang kewenangannya berada di tangan gubernur.
"Bahkan dia (bisa) mencabut secara sepihak izin dan pemerintah provinsi harus turun lapangan, turun tangan dan melihat dampak yang terjadi pada rakyat Gunung Tumpang Pitu dan itu sudah dirasakan, maka izin harus dicabut," ujarnya.
Baca Juga: Ngontel ke Surabaya, 70 Warga Banyuwangi Desak Khofifah Cabut Izin Tambang
Abdul menambahkan, keinginan warga bertemu Gubernur Khofifah cukup besar. Karena satu-satunya jalan yang bisa ditempuh masyarakat untuk mendesak pencabutan izin PT Bumi Suksesindo dan PT Damai Suksesindo, yang keduanya anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk tergantung pada Khofifah.
"Warga sudah mengupayakan itu dengan mengayuh sepeda dari Banyuwangi sampai Surabaya untuk menemui Gubernur Khofifah agar mencabut izin yang sudah dikeluarkan," katanya.
Untuk diketahui, puluhan warga Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggrahan Kabupaten Banyuwangi bersama-sama mengayuh sepeda menuju Surabaya untuk menemui orang nomor satu di Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Sebanyak 70 warga antitambang tersebut mendesak Khofifah untuk mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Bumi Suksesindo.
Sebanyak 70 warga tersebut rencananya akan menempuh jarak sekitar 310 kilometer menuju ibu kota Jawa Timur tersebut. Keberangkatan mereka dimulai pada Sabtu (15/2/2020) sekitar pukul 07.00 WIB.
Sesampainya di Jember, seorang perwakilan warga Sumberagung Siwi Lestari mengatakan, mereka berencana singgah satu malam di Kota Karnaval tersebut.
“Harapan kami Bu Gubernur mencabut IUP PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Damai Suksesindo (DSI),” kata Siwi (42) saat ditemui Jatimnet.com-jaringan Suara.com di Pondok Pesantren Islam Asshiddiqi Putri (Ashri) Jember pada Minggu (16/2/2020).
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Misteri Motor Merah di Kaki Gunung Piramid: Dua Pendaki Hilang Tanpa Jejak
-
Heboh Gawang Persebaya Dicuri, Dipatahkan Jadi 16 Potong, Dua Pria Kini Berakhir Apes
-
Api Mengamuk di Kawasan Bromo, Akses Wisata dari Lumajang dan Malang Ditutup
-
Demi Selamatkan Nyawa Sang Ibu, Pengusaha Bawean Rogoh Kocek Ratusan Juta untuk Sewa Pesawat
-
Siapa Sari Sukoco? Korban KMP Mutiara Sentosa 2 yang Tak Pernah Sampai di Pelaminan