SuaraJatim.id - Masyarakat Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dihebohkan oleh viralnya video seorang guru dan siswa bertengkar di sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Kecamatan Paciran, Selasa (25/2).
Berdasarkan informasi dari salah satu sumber yang tidak mau disebutkan identitasnya, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00, saat sedang pergantian jam pelajaran di kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 yang kebetulan letak kelasnya bersebelahan.
"Pada saat bu guru masuk kelas XI IPA 5, seorang siswi kelas XI IPA 4 sedang meminjam sandal ke temannya di kelas XI IPA 5. Kemudian guru tersebut menegur siswi agar segera keluar dari kelas, akan tetapi sang siswi tidak segera keluar," kata dia kepada Suaraindonesia—jaringan Suara.com, Rabu (26/2).
Karena siswi tersebut tidak mau keluar, akhirnya menyebabkan terjadinya perdebatan antara guru dan murid yang tiba-tiba berujung pada sang guru menarik jilbab siswi sampai terlepas.
"Setelah itu, siswi tersebut tidak terima dengan perlakuan sang guru dan sang guru juga tidak terima dibentak oleh siswi, dengan melontarkan kata-kata kasar ke sang guru," ujarnya.
“Siswi juga mengancam akan berurusan polisi jika dipukul dan denda Rp 10 juta, ungkapan tersebut membuat sang guru semakin emosi, sampai sang siswi dilempar sandal," sambungnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Lamongan, Sri Yuliasih, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan hari ini rencananya ia bersama jajaran akan mendatangi sekolah tersebut untuk mencari informasi lebih lanjut.
"Informasi sementara yang saya dapat ada seorang siswa yang mendapat tegoran dari guru, tetapi malah marah-marah dan akhirnya terjadi perang mulut," terang perempuan yang akrab disapa Bu Yuli ini singkat.
Baca Juga: Pegawai Honorer di Buleleng Ajak Guru dan Siswi Threesome di Indekos
Berita Terkait
-
Gara-gara Acungkan Jari Tengah, Guru Pukul Siswa Pakai Besi
-
Mertua Sekda Lamongan Ditemukan Tewas di Rumahnya, Diduga Korban Curas
-
Diseruduk Toyota Calya, Suami Istri Pengendara Motor Tewas
-
Janda Tewas dalam Kelas Madrasah Ibtidaiyah di Lamongan
-
Buka Puasa dengan Nasi Boran, Makanan Khas Lamongan yang Pedas dan Gurih
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Motif Kades Lumajang Diserang Mulai Terungkap, Diduga Berawal dari Konflik Pengajian
-
Kronologi Kades Lumajang Diserang 15 Pria di Rumah Sendiri, Awalnya Bertamu Lalu Brutal
-
Bea Cukai Jaga Penerimaan Negara di Tengah Tekanan Global, Industri Tembakau Jadi Sorotan
-
Datang ke Pendopo Ingin Menghadap Plt Bupati Tulungagung, Kadis Damkar Kaget Disambut Tim KPK