Scroll untuk membaca artikel
Agung Sandy Lesmana
Senin, 02 Maret 2020 | 05:55 WIB
Senapan angin milik sang paman yang menewaskan Moh Bayu Widodo. (Foto: Dok Polsek Rogojampi)

SuaraJatim.id - Seorang anak bernama Moh Bayu Widodo (12), meninggal dunia karena tertembak senapan angin. Warga Dusun Gumuk Agung, Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, itu tertembak senapan angin milik pamannya sendiri.

Kepada Suara.com, Kapolsek Rogojampi Kompol Agung Setya Budi mengatakan senapan angin gejlok itu jenis dual power kaliber 4,5 MM. Hanya ditemukan satu pucuk yang sekarang menjadi barang bukti.

"Betul kejadian kemarin sore dan malam meninggal," kata Agung, Minggu (1/3/2020).

Dia menjelaskan sebelum kejadian, Mulyono (33), sang paman baru pulang dari berburu tupai. Pria yang kini berstatus terlapor itu masih duduk di motornya saat sang keponakan menghampiri.

Baca Juga: Pesta Kampus Berubah Jadi Horor, 2 Mahasiswa Tewas Tertembak

Bayu tiba-tiba naik ke jok belakang motor, dan melongok ke lubang senapan yang masih tercantol di badan Mulyono. Sejurus kemudian, terdengar suara letusan, Bayu terjatuh ke tanah dan terdapat luka di dahinya.

"Tangannya kemungkinan menarik pelatuk hingga akhirnya senapan angin tersebut meletus," kata Agung lagi.

Mengetahui Bayu tertembak, Mulyono dan Muk'alim tetangganya menolong siswa madrasah ibtidaiyah (MI) itu. Mereka membawa korban ke Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Mangir, Rogojampi.

Bayu sempat mendapatkan pertolongan selama beberapa jam di RSNU Mangir. Namun nyawanya tak tertolong, tertembak sore hari pukul 16.15 WIB, dia meninggal dunia pukul 20.20 WIB.

"Jenazah korban dimakamkan di TPU Desa Gintangan," kata Agung.

Baca Juga: KontraS Duga Mahasiswa Halu Oleo Tewas Tertembak, Ini Respons Polri

Kontributor : Ahmad Su'udi

Load More