SuaraJatim.id - Jalan beraspal di sebagian ruas Jalan Sultan Agung, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, telah retak hingga ambrol yang menyebabkan 10 ruko roboh ke Sungai Kalijompo.
Sebetulnya pada Oktober 2019, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII, Dirjen Bina Marga, Kementerian PUPR telah mengeluarkan rekomendasi penanganan keretakan tanah yang muncul saat itu.
Bupati Jember Faida mengatakan pihaknya telah menyiapkan anggaran perobohan ruko seperti yang direkomendasikan. Tapi faktanya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jember 2020 belum disahkan hingga kini karena ketidaksepakatan Pemkab Jember dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember.
Kedua, adanya sengketa kepemilikan ruko antara Pemkab Jember dengan sebagian pedagang yang menempati ruko tersebut, bahkan sebagian lainnya menunggak bayar sewa.
Akibat terhambatnya pengosongan ruko, perobohan juga tidak bisa dilakukan. Padahal musim hujan awal tahun 2020 diperkirakan menyebabkan retakan tanah di jalan depan 31 ruko aset Pemkab Jember itu semakin lebar.
"Pemkab Jember sudah menganggarkan 2020 merobohkan ruko. Yang jadi polemik karena sebagain merasa sudah membeli aset Pemkab tersebut. Saya perintahkan Indag (Disperindag) dan Polres untuk mengusut tersendiri selain urusan kebencanaan," kata Faida saat meninjau lokasi longsor, Senin (2/3/2020).
Hambatan ketiga berupa posisi barisan ruko yang berada di antara daerah aliran sungai (DAS) Kalijompo dan jalan nasional yang menjadi ekses utama ekonomi kota. Merobohkan ruko ke sungai berisiko menimbulkan banjir dan bila sebaliknya akan menghambat transportasi jalan utama kota.
Sebagian jalan yang tanahnya amblas setahun terakhir, juga berisiko pada alat berat yang akan merobohkan ruko. Salah-salah alat berat yang mendekat ikut jatuh ke sungai saat tanah di bawahnya longsor.
Namun dengan adanya bencana longsor yang menyebabkan robohnya 10 ruko, pihaknya mengambil tindakan melaksanakan perobohan 21 bangunan sisanya.
Baca Juga: Ruko Ambruk di Jember, Khofifah Perintahkan Ini Kepada Bupati Faida
"Jadi kita ambil jalur bukan langkah standar, tetapi langkah kebancanaan. Sehingga kita ambil sikap untuk kita robohkan dengan cara alat berat, kita robohkan secara bertahap, dengan waktu lebih dari 20 hari," kata Faida lagi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM dan SDA) Jember Yesiana Arifah mengatakan pihaknya telah mendapatkan izin dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII untuk membongkar sebagian Jalan Sultan Agung.
Pihaknya melakukannya agar alat berat bisa masuk untuk merobohkan semua ruko milik Pemkab Jember itu dan mengangkat puing-puingnya dari sungai, sementara Jalan Sultan Agung ditutup hingga 20 hari ke depan.
"Balai Jalan juga sudah assesment, rekomendasinya dirobohkan. Tapi metodenya bagaimana agar tidak semakin merusak, di situ juga pusat perkonomian, jalur lalulintas utama, itu kesulitannya banyak. Ternyata ada PDAM di bawahnya, pusing memikirkan metodenya apa, sampai kemarin tidak menemukan metode," kata Yesiana.
Dia juga mengakui tak adanya anggaran menambah kendala jalannya perobohan 31 ruko tersebut. Pihaknya telah mengajukan anggaran Rp 200 juta untuk pekerjaan merobohkan ruko di sempadan Sungai Kalijompo dalam Rancangan APBD 2020. Kini pihaknya mengaku menggunakan sisa anggaran Dinas PUBM dan SDA Jember untuk mengerjakan pembongkaran.
"Saya tidak bisa ngomong ya, sudah dianggarkan tapi tidak bisa, apa, tidak didok-dok (disahkan). Tapi sementara pakai anggaran yang ada, kalau habis nanti minta ke BPBD," paparnya.
Berita Terkait
-
Ruko Ambruk di Jember, Khofifah Perintahkan Ini Kepada Bupati Faida
-
Ruko Pemkab Jember yang Roboh Ternyata Bersengketa
-
Ruko Roboh di Jember Berdiri 1976, Bupati: Dibangun Sebelum Ada Larangan
-
Sebelum Ruko Milik Pemkab Jember Roboh, Saksi Lihat Kabel Listrik Menegang
-
Jaringan PDAM, PLN dan Telkom Terputus karena 9 Ruko Ambruk di Jember
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Kesaksian Tetangga: Mertua Dibantai Menantu Saat Masuk Rumah Lewat Pintu Belakang di Mojokerto
-
PGRI Jatim Murka, Lahan SD Aktif di Blitar Mau Digusur Demi KDMP
-
5 Jemaah Calon Haji Situbondo Batal Berangkat, 993 Lainnya Siap Bertolak ke Tanah Suci
-
Menantu Gelap Mata, Mertua Tewas dan Istri Kritis Akibat Serangan Brutal di Mojokerto
-
Gubernur Khofifah Tinjau Bedah Rumah Tenaga Keamanan SMAN 2 Surabaya, Peduli Insan Pendidikan