SuaraJatim.id - Pedagang yang menepati rumah toko atau Ruko Kaliwates aset Pemkab Jember di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur mulai melakukan pembongkaran. Ruko itu ada persis di sebelah 10 ruko yang roboh ke Sungai Kalijompo.
Mereka menyelamatkan bagian bangunan, terutama yang berbahan besi. Selain isinya mereka membayar beberapa tenaga sebelum perobohan.
Jimmy (50) salah satu pedagang di 31 ruko aset Pemkab Jember mengatakan pihaknya mendapatkan pemberitahuan akan adanya perobohan sekitar 4 bulan lalu. Dirinya mengaku tak keberatan berpindah tempat karena tahu risiko bahaya jatuhnya ruko ke sungai sebab pondasi yang sudah berlubang.
"Iya (sewa), punya saudara, saya yang jalanin (usahanya)," kata Jimmy di ruko Arkadia Komputer itu, Selasa (3/3/2020).
Dia mengatakan untuk sementara barang-barang dari toko yang selama ini mempekerjakan 5 orang karyawan itu, akan disimpan di rumahnya. Saudaranya yang merasa memiliki aset tersebut sedang berupaya memperjuangkan haknya atas tempat relokasi atau ganti rugi melalui jalur musyawarah.
Dimulai dari kemarin, setelah jatuhnya 10 unit ruko kosong ke Sungai Kalijompo, sebagian ruko dalam deretan itu yang masih dipakai mulai dikosongkan. Ditagetkan hari ini mereka selesai mengosongkan ruko untuk selanjutnya dirobohkan menggunakan alat berat.
21 Lainnya Harus Dirobohkan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau 10 rumah toko (ruko) aset Pemkab Jember yang roboh di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember Kidul, Jawa Timur. Dia sepakat bahwa 21 unit lainnya yang berada di tepi jalan nasional dan di atas Sungai Kalijompo yang menjadi kewenangan provinsi itu, untuk dirobohkan.
Dia mengatakan sebetulnya perobohan total 31 ruko yang dibangun tahun 1976 itu telah direncanakan setahun sebelumnya setelah muncul rekahan di jalan beraspal di depan ruko. Namun beberapa kendala menghalangi pengosongan, pembongkaran dan perobohan toko, hingga jalan yang retakpun tak kunjung bisa dibangun ulang.
Baca Juga: Teka-teki Robohnya Ruko di Jember ke Sungai Kalijompo
"Kemarin pagi kita lihat ambruk itu, hari ini memang kita harus melakukan percepatan proses pembongkaran yang sekarang masih tersisa ini. Jalan Sultan Agung ini akan ditutup sementara sampai proses pembongkaran ini selesai," kata Khofifah, Selasa (3/3/2020) dini hari.
Dia mengatakan persoalan ruko aset Pemkab Jember melibatkan sungai yang menjadi kewenangan provinsi dan jalan nasional yang menjadi kewenangan pemerintah. Sehingga pihaknya meminta lintas sektor tersebut melakukan penanganan secara integratif agar berbagai sisi terselesaikan.
Dia mengatakan ruko-ruko harus dibongkar karena mengalami pengeroposan di bagian pondasi sempadan sungai. Tiang cor penyangga tak lagi mampu menahan bangunan, apalagi ikatan dengan tanah lemah terbukti dari rekahannya di depan ruko. Pengosongan 21 ruko sisanya ditargetkan selesai hari ini.
"Ini harus dibongkar karena ada pengeroposan di bawah, dan itu menjadikan ini dari sisi kemanan menjadikan ini tidak scure," kata Khofifah.
Bupati Jember Faida mengatakan pihaknya kini fokus mengangkat puing-puing 10 ruko yang roboh agar tidak menyebabkan banjir bila volume dan kecepatan air meningkat. Bangunan ruko di dalam sungai dihancurkan dan diangkat menggunakan alat berat. Termasuk perobohan 21 ruko sisanya membuat jalan pusat perekonomian itu harus ditutup sedikitnya selama 2 minggu.
"Dan untuk ruko noor 11 sampai 31 tadi kita berunding untuk teknisnya, diputuskan langkah terbaik dirobohkan ke arah jalan. Karena kalau dirobohkan ke arah sungai selain berisiko merusak rumah-rumah di sekitarnya dan menghambat sungai dan sulit untuk dievakuasi ke atas," kata Faida.
Berita Terkait
-
Teka-teki Robohnya Ruko di Jember ke Sungai Kalijompo
-
Sebelum Insiden Ambruk, Ruko di Jember Sudah Diminta untuk Dibongkar
-
Ini Kendala Pembongkaran Ruko di Jember hingga Roboh ke Sungai Kalijompo
-
Ruko Ambruk di Jember, Khofifah Perintahkan Ini Kepada Bupati Faida
-
Ruko Pemkab Jember yang Roboh Ternyata Bersengketa
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Harga Oli dan Ban Naik Bikin Bengkel di Jatim Kalang Kabut, Kelas Menengah Ikut Terjepit
-
Penambang Pasir Lumajang Terbakar Material Sisa Letusan Gunung Semeru 6 Bulan Lalu
-
Jelang Suro: Polsek Widodaren Sita 10 Knalpot Brong di Parkiran Sekolah
-
Bukan Sekadar Bangunan, Sekolah Rakyat Pasuruan Hadir dengan Fasilitas Mewah dan Ramah Disabilitas
-
Terhempas Jalan Bergelombang, Pemuda Bangkalan Tewas Terseret Truk 200 Meter di Jombang