SuaraJatim.id - Bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan bus antarkota antar provinsi (AKAP) berhenti beroperasi selama PSBB Surabaya, Jawa Timur. Namun mobil angkutan kota atau angkot masih beroperasi.
Sementara itu, pemerintah Kota Surabaya memastikan jika Terminal Purabaya masih tetap beroperasi. Hanya saja, terminal yang akrab disebut Terminal Bungurasih itu hanya beroperasi terbatas.
“Untuk angkot Surabaya-Sidoarjo dan juga Suroboyo Bus saja,” ujar Kepala Protokol Informasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya M. Fikser, Selasa (28/4/2020).
Sebagai informasi, larangan operasional bus tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor 25 tahun 2020. Dalam aturan itu, mulai tanggal 24 April 2020 hingga 31 Mei 2020, muncul larangan untuk menggunakan sarana transportasi darat.
Khususnya, bagi yang keluar atau masuk wilayah yang tengah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Sebelumnya dua perusahaan otobus di Jatim yaitu Sumber Group dan Eka/Mira juga telah menghentikan operasional mulai hari ini karena ada PSBB. Pemberitahuan operasional bus akan ditentukan lagi dua minggu kedepan.
Macet Total di Bundaran Waru
Macet total di di akses masuk Kota Surabaya, tepatnya di Bundaran Waru, Selasa (28/4/2020) hari ini karena kurangnya jumlah petugas pengecekan suhu tubuh para pengendara. Sebab ini adalah hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Eddy Christijanto.
Baca Juga: Legislator Bagi Sembako, Bantu Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat
“Iya itu macet karena ada screening atau pemeriksaan kendaraan yang masuk ke Surabaya,” kata Eddy, Selasa siang.
“Mereka mungkin beranggapan PSBB hal biasa dan kalaupun ada pemeriksaan kendaraan, petugas akan membiarkan,” tambahnya.
Di sisi lain, Eddy berpendapat jika adanya pemeriksaan kendaraan di Bunderan Waru ke arah Jalan Ahmad Yani Surabaya tersebut akan menjadi efek jera agar warga tidak keluar rumah atau ke Surabaya tanpa tujuan yang jelas.
Meski demikian, lanjut dia, pihaknya mengakui petugas yang menjaga di perbatasan Bunderan Waru kurang sehingga pada saat pemeriksaan kendaraan sempat kewalahan.
“Ini akan kami tambah petugas jaga dari Satpol PP dan Linmas di sana,” ujarnya.
Sebagai informasi, sejak pagi tadi, kemacetan parah terjadi di area Bundaran Waru. Hal ini dikarenakan petugas gabungan harus melakukan pengecekan suhu tubuh terhadap seluruh orang yang hendak masuk ke Kota Surabaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Bacok Pemilik Toko Emas dan Anaknya di Jember, Perampok Bercelurit Nyaris Tabrak Pawai Santri
-
Viral CCTV Balita 2 Tahun Tewas Tertabrak Truk, Sopir Baru Sadar Usai Video Beredar di Medsos
-
Beli Ganja Rp25 Juta Lewat Medsos, Petani Malang Malah Dijemput Polisi
-
Dampingi Korban Dugaan Pelecehan, Wawali Surabaya Diusir Bos Resto di Sidoarjo
-
Hari Santri Nasional 2026, Khofifah Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Perkuat Ekonomi