Scroll untuk membaca artikel
Rizki Nurmansyah
Jum'at, 01 Mei 2020 | 21:52 WIB
Suasana Masjid Ampel Surabaya, Jawa Timur, yang lenggang, hanya sekitar puluhan jamaah yang melaksanakan salat Tarawih di malam kesembilan Ramadan, Jumat (1/5/2020). [Suara.com/Dimas Angga P]

SuaraJatim.id - Pelaksanaan salat Tarawih di hari kesembilan Ramadan 1441 Hijriah di Masjid Ampel Surabaya, Jawa Timur, Jumat (1/5/2020), berjalan seperti biasa. Namun tak banyak jamaah yang salat.

Hanya sekitar puluhan jamaah yang salat Tarawih berjamaah, dengan tetap berpegang pada aturan berjalan 1 meter tiap orangnya.

A. Faruq, petugas keamanan Masjid Ampel Surabaya, mengatakan bahwa jumlah jamaah yang salat Tarawih tak sebanyak Ramadhan tahun lalu.

Hal ini karena adanya peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya yang dikeluarkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Baca Juga: Bejat! Sudah Hamili Siswi SMP, Sugianto Minta Kandungan Digugurkan

PSBB Surabaya Raya meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik.

"Iya jumlah jamaah memang cuma ada segini, mengikuti peraturan. Kan saat ini PSBB dari Bu Gubernur Jawa Timur," ujarnya saat ditemui Suara.com, Jumat malam.

Sebelumnya, pihak Pemerintah Kota Surabaya dan kepolisian sudah mendatangi pengurus Masjid Ampel Surabaya.

Kedatangan mereka untuk memberi saran agar masjid yang dibangun Sunan Ampel—salah satu Wali Songo—ditutup sementara selama masa PSBB Surabaya Raya.

Namun, kata Faruq, pihak pengurus meminta agar mendapat keringanan dari aturan tersebut.

Baca Juga: Kompetisi Terhenti, Wasit Cantik Rusia Banting Setir Jadi Perawat

"Kami minta pengecualian, kalau bisa enggak tutup, tapi tetap menjalankan aturan jarak saja," ungkapnya.

Load More