Perajin sarung di Desa Wedani, Kecamatan Cerme. [Suara.com/Amin Alamsyah]
“Tapi kalau keadaanya tidak membaik, kemungkinan besar akan ada penguarangan pekerja. Sebab untuk jual saja susah, ditambah beberapa wilayah menerapkan lockdown jadi terhambat,” katanya.
Kontributor : Amin Alamsyah
Berita Terkait
-
Ada Surat Sehat dan Keterangan Desa, Warga Bebas Mudik di Pelabuhan Gresik
-
Dilarang Mudik, Kapal Barang ke Pulau Bawean Malah Angkut Seratusan Pemudik
-
Pandemi Covid-19, Suzuki Perpanjang Penghentian Sementara Pabrik
-
GIIAS 2020 Bakal Digelar, Honda Masih Pertimbangkan Keikutsertaan
-
Nasib Rupiah di Makam Sunan Giri yang Makin Terhimpit di Tengah Pandemi
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Dua Hari Hilang Tanpa Alas Kaki, Nenek 62 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Tegalan Sumenep
-
Modus Licik Dua Eks Petugas BUMN di Pacitan: 286 KTP Warga Dibajak demi Kredit Fiktif Rp681 Juta
-
Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat
-
Vaksin Hewan Indonesia Tembus Pasar Afrika, Vaksindo Ekspor Rp1,9 Miliar
-
Tergiur Cuan Kripto Korban Boncos Rp81,5 Miliar: Sindikat Lintas Negara Dibongkar Polda Jatim