Pemberian stempel dilakukan dengan menempelkan besi panas sehingga meninggalkan luka memerah pada pantat sapi.
“Tetapi sekarang sudah tidak ada lagi, karena warga mulai sadar bahwa hal seperti itu tidak baik, menyiksa hewan, apalagi yang akan disembelih untuk dikonsumsi,” tutur Hafit.
Yang pasti, membeli sapi hidup secara kolektif menjadi cara warga untuk mendapatkan daging sapi yang tidak hanya lebih murah, tetapi juga terjamin kesehatannya karena warga melihat sendiri sapi sebelum disembelih.
“Melalui tradisi ini, kita dapat merayakan Lebaran dengan menikmati hidangan olahan daging sapi yang lezat dan bergizi. Lebih meringankan di saat harga kebutuhan melonjak pada hari Lebaran,” kata Hafit.
Hal itu juga dirasakan Mukaromah, ibu rumah tangga warga Desa Sidomukti yang menjadi peserta tradisi Patongan Tompo’an.
“Biasanya menjelang Lebaran, harga daging mahal di pasar. Dengan ini kita bisa dapat yang lebih murah dan sehat,” ucap Mukaromah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT
-
Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja