SuaraJatim.id - Jumlah pasien positif virus corona di Jawa Timur makin bertambah. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan pernyataan pers untuk update data perkembangan kasus Covid-19 di Jatim pada Minggu (24/5/2020) malam.
Pada hari ini merupakan hari ke-13 penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) tahap kedua. PSBB diperpanjang sejak 12 Mei hingga 25 Mei 2020.
Hingga 24 Mei 2020 pukul 21.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 23.635 orang (masih dipantau 4.079 orang), jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada 5.682 orang (masih diawasi 2.628 orang) dan positif Covid-19 (coronavirus) 3.642 orang (masih dirawat 2.840 orang).
Surabaya hari ini bertambah 48 kasus baru menjadi 1.975 dan Sidoarjo bertambah 6 menjadi 503. Sedangkan, Gresik tidak bertambah kasus baru alias tetap, 126 positif.
“Hari ini ada tambahan 74 kasus baru di Jatim. Total ada 3.642 orang yang positif Covid-19 di Jatim. Yang sembuh bertambah 24 menjadi 489 orang. Dan, yang meninggal bertambah 9 menjadi 294 orang,” katanya kepada wartawan, Minggu (24/5/2020) malam.
Gubernur merinci yang positif 3.642 orang di Jatim itu terdiri dari 1.975 dari Surabaya, 59 Kabupaten Malang, 35 Kota Malang, 12 Kota Batu, 67 dari Magetan, 503 dari Sidoarjo, 81 Kabupaten Kediri, 29 Kota Kediri, 126 Gresik, 80 Lamongan, 10 Kabupaten Blitar, 3 Kota Blitar, 40 Lumajang, 28 Jember, 12 Situbondo, 10 Bondowoso, 6 Banyuwangi, 14 Pamekasan, 52 Tulungagung, 35 Jombang, 27 Nganjuk, 24 Kabupaten Madiun, 24 Ponorogo, 5 Trenggalek, 31 Bangkalan, 13 Pacitan, 43 Bojonegoro, 20 Tuban, 76 Kabupaten Pasuruan, 21 Kota Pasuruan, 77 Kabupaten Probolinggo, 16 Kota Probolinggo, 7 Sumenep, 24 Kabupaten Mojokerto, 7 Kota Mojokerto, 12 Ngawi, 3 Kota Madiun, 16 Sampang dan 19 Kapal Barang.
Ada 489 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, 24 dari Kabupaten Malang, 13 Kota Malang, 2 Kota Batu, 179 Surabaya, 21 Sidoarjo, 12 Gresik, 21 Lamongan, 3 Kabupaten Blitar, 1 Kota Blitar, 37 Magetan, 5 Kabupaten Kediri, 5 Jember, 7 Kota Kediri, 11 Situbondo, 14 Tulungagung, 2 Trenggalek, 11 Nganjuk, 4 Jombang, 2 Kabupaten Mojokerto, 2 Kota Mojokerto, 8 Kabupaten Madiun, 1 Kota Madiun, 4 Ngawi, 13 Lumajang, 8 Kota Probolinggo, 8 Kabupaten Pasuruan, 8 Ponorogo, 2 Bondowoso, 6 Bangkalan, 6 Pamekasan, 4 Tuban, 33 Kabupaten Probolinggo, 1 Kota Pasuruan, 3 Pacitan, 2 Sumenep, 3 Sampang, 2 Bojonegoro dan 1 Banyuwangi.
Sementara itu, ada 294 pasien yang meninggal, yakni 10 di Kabupaten Malang, 1 Kota Malang, 1 Kota Batu, 172 di Surabaya, 41 di Sidoarjo, 11 di Gresik, 1 Bangkalan, 13 di Lamongan, 8 di Kabupaten Kediri, 3 di Magetan, 2 Pamekasan, 7 Bojonegoro, 4 Lumajang, 1 Kota Pasuruan, 2 Kabupaten Probolinggo, 1 Kota Probolinggo, 4 Kabupaten Pasuruan, 1 Kabupaten Mojokerto, 1 Banyuwangi, 2 Jember, 3 Kabupaten Blitar, 1 Jombang, 1 Ponorogo, 1 Tulungagung dan 2 Tuban.
Baca Juga: Lebaran saat Corona, Korban PHK: Pertama Kali Anak Saya Tak Beli Baju Baru
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
Kronologi Anak Terjepit Teralis Bangku di RSUD Jombang, Damkar Turun Tangan
-
Warga Keluhkan Parkir Liar di Tulungagung, Dipungut Rp 5 Ribu di Depan Hotel
-
Miris! Lansia Tokoh Masyarakat Cabuli Anak di Surabaya, Korban Diancam dan Diiming-imingi Jajan
-
Pacitan Diguncang 1.135 Gempa Sepanjang 2025, BPBD Ingatkan Kesiapsiagaan Warga
-
Kasus Napi Aniaya Napi di Lapas Blitar Berujung Maut, Korban Tewas Kritis dan Stroke Otak