SuaraJatim.id - Polisi akhirnya telah menagkap pelaku terkait kasus tewasnya guru SD bernama Efriza Yuniar alias Yuyun yang ditemukan tewas dalam kondisi telanjang dan tangan serta kaki terikat di dalam bak plastik.
Terungkapnya kasus ini, ternyata pelaku bernama Ardiansyah (18) yang diduga membunuh Yuyun adalah mantan murid korban.
Kasat Reskrim Polres Banyuasin, AKP Ginanjar, menyampaikan, pelaku ditangkap tak berselang dengan penemuan mayat korban pada Kamis (9/7/2020) kemarin.
"Pelaku ditangkap tadi malam setelah kita periksa saksi-saksi. Ditangkap saat keluar dari rumah" katanya seperti diwartakan Batamnews.co.id--jaringan Suara.com, Jumat (10/7/2020).
Dari penangkapan ini, polisi juga menemukan dua unit telepon genggam alias handphone milik korban.
"Kami temukan 2 unit Hp korban. Langsung kami amankan dan dibawa ke Polsek Muara Telang. Di polsek pelaku mengakui semua perbuatannya," kata Ginanjar.
Sementara Kapolsek Muara Telang, Iptu Gunawan mengatakan rumah pelaku tak jauh dari rumah korban. Di mana pelaku adalah mantan anak murid korban saat masih duduk di bangku sekolah dasar.
"Pelaku kenal dekat dengan korban. Anak didik korban saat masih SD. Jadi sudah tahu rumah korban sepi langsung terjadi aksi itu," kata Gunawan Saheri.
Pelaku kini sudah diamankan di Mapolsek Muara Telang. Pelaku juga mengakui aksi nekat dan sadisnya itu dilakukan seorang diri.
Baca Juga: Kondisi Telanjang dan Tubuh Terikat, Guru SD Tewas di Dalam Bak Plastik
"Mengakui semua. Tetapi masih diperiksa lagi dan pelaku sendirian, pelaku tunggal," kata Kapolsek.
Sebelumnya, warga di Desa Marga Rahayu, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin digemparkan dengan penemuan sesosok mayat wanita bernama Efriza Yuniar (50) yang ditemukan tewas dengan kondisi tanpa busana di sebuah bak plastik.
Korban yang berprofesi sebagai guru itu diduga merupakan korban pembunuhan dan pemerkosaan. Tak beberapa lama setelah korban ditemukan, polisi pun telah meringkus pelakunya.
Berita Terkait
-
Bunuh Balita 20 Bulan di Toilet Pasar, Sejoli Ini Saling Tuding Lempar Kesalahan saat Rekonstruksi
-
Kemen PPPA Minta Pembunuh Ibu-Anak di Madiun Dihukum Setimpal: Pakai UU Perlindungan Anak
-
Kronologi Sadis Suami Siri di Madiun Bunuh dan Giling Jasad Ibu-Anak Asal Bogor Lalu Dibakar
-
Polisi Tangkap Pembunuh Ibu-Anak di Madiun, Jasad Korban Digiling Pakai Mesin Daging
-
Diintai 2 Bulan, Detik-detik Pembunuhan Wakil Rektor ITB Indonesia di Tangan Kuli Bangunan
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari
-
Buntut Penggerebekan Suami Bidan, Oknum Dokter Kepala Puskesmas Robatal Resmi Dipecat
-
Viral Status 'Leren Sik' Wakil Ketua DPRD Jatim: Tak Ada Potret Wapres Gibran
-
Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji 2027, Layani 15 Daerah Sekaligus
-
Dukung Tumbuh Kembang Anak, BRI Prioritas Perluas Privilege Lewat Kolaborasi dengan Sequoia School