SuaraJatim.id - Kejanggalan kasus kakek SLM berusia 55 tahun yang melamar siswa SD di Kabupaten Gresik menemukan fakta baru. Ternyata pria yang juga menjabat perangkat desa itu telah menikah siri dengan gadis berusia 12 tahun.
Semula keluarga menyepakati perkawianan siri tersebut. Beberapa sumber menyebutkan dua pasangan yang layak disebut kakek dan cucu ini juga kerap berboncengan naik motor. Namun karena ada satu pihak keluarga yang tidak menyepakati pernikahan itu, akhirnya kasus tersebut dibawa ke ranah hukum.
Alasannya, SLM sudah beristri dan memiliki lima orang anak serta tiga cucu. Pun usia keduanya diketahui terpaut jauh, sekira 43 tahun. Lantaran itu, keluarga yang tidak terima kemudian mengancam ke jalur hukum dengan pelaporan persetubuhan anak di bawah umur.
Camat Sidayu Nuryadi, saat dikonformasi, membenarkan persoalan tersebut. Dia mengemukakan, SLM dengan gadis tersebut sebenarnya sudah menikah sejak lama. Karena kasus itu pula, SLM dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kaur Kesra Desa.
"Iya benar sudah lama nikahnya," kata Nuryadi saat dihubungi Kontributor Suara.com pada Jumat (17/7/2020).
Meski begitu, keberadaan gadis yang dinikahi SLM kini sudah diungsikan. Sejak kasus berujung pelaporan kepada polisi tersebut bergulir, korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar tidak lagi tinggal di rumahnya.
Sebelumnya, SLM dilaporkan ke polisi. Dia dituduh telah mencabuli seorang anak gadis yang merupakan tetangganya sendiri. Perlakukan cabul itu dilakukan pelaku, sejak korban masih duduk di bangku kelas IV SD hingga kelas VI SD.
Kasus percabulan itu mulai terkuak setelah pelaku hendak melamar sang gadis. Hal itu malah membuat bingung keluarga korban, karena mengingat umur keduanya terpaut jauh. Sehingga membuat pihak keluarga memaksa sang gadis untuk menceritakan perlakuan apa yang sudah dilakukan oleh pelaku kepadanya.
Dari sana, sang gadis tersebut mulai menceritakan semuanya. Kepada keluarganya ia mengaku jika dirinya telah beberapa kali dicabuli oleh pelaku. Dimulai dari korban yang kerap datang ke rumahnya, dengan alibi mencari cucunya yang kebetulan adalah teman korban.
Baca Juga: Keterlaluan! Perangkat Desa di Gresik Setubuhi Anak Yatim di Kuburan
Hingga melakukan perbuatan cabul yang mengarah pada persetubuhan anak di bawah umur. Kasus ini sudah mendapatkan perhatian dari PPA Satreskrim Polres Gresik. Polisi menyebutkan jika kasus tersebut tidak sekedar pencabulan melainkan sudah mengarah ke persetubuhan anak di bawah umur.
“Sudah kami proses, kasus ini sudah dalam tahap penyidikan. Petugas juga sudah datang ke rumah korban untuk melakukan penyitaan barang bukti,” kata Ipda Djoko Suprianto.
Kontributor : Amin Alamsyah
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara
-
Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh