SuaraJatim.id - Sejumlah warga yang tinggal di Desa Rayung, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur dibuat geger dengan adanya sesosok bayi mungil yang diduga dibuang oleh orang tuanya dan ditaruh di teras rumah warga setempat pada Minggu (26/7/2020).
Bayi mungil yang terlihat baru lahir tersebut ditemukan oleh warga di atas bangku ayaman bambu yang berada di teras rumah milik Suyadi warga desa setempat. Saat ditemukan, bayi dengan jenis kelamin laki-laki itu masih hidup dan hanya dibalut dengan kain sarung, serta terlihat pucat lantaran kedinginan.
Informasi yang dihimpun Beritajatim.com (jaringan Suara.com), ditemukannya bayi laki-laki tersebut berawal saat kecurigaan dari keluarga pemilik rumah yang ada di pinggir jalan raya penghubung antar kecamatan itu. Keluarga Yadi mendengarkan suara tangisan bayi malang itu dan dikira suara kucing.
“Tadinya waktu di dalam rumah saya dan juga cucu saya mendengar ada suara mirip seperti suara kucing. Karena penasaran kita mencarinya keluar rumah,” terang Suyadi, saksi mata yang pertama menemukan bayi yang baru lahir tersebut.
Ketika sudah mendekati teras rumahnya, suara tangisan bayi tersebut semakin keras terdengar dan Yadi bersama cucunya berusaha untuk terua mencari asal suara tersebut. Saat sudah sampai di teras rumahnya, ia kaget lantaran mengetahui bahwa suara itu adalah bayi dengan kondisi ditaruh di atas bangku depan rumahnya tersebut.
“Saya ya kaget, ternyata bayi itu hanya dikenakan sarung. Kemudian saya berteriak minta tolong. Kemungkinan ini sengaja dibuang,” sambungnya.
Mengetahui adanya bayi baru lahir yang ditelantarkan di teras rumah itu, sejumlah warga langsung berhamburan keluar rumah. Warga kemudian berusaha menolong bayi laki-laki yang masih hidup itu dengan memangil bidan desa dan kemudian dibawa ke Puskesmas Senori, Kabupaten Tuban itu.
Sementara itu, petugas kepolisian dari jajaran Polsek Senori, Polres Tuban yang mendapatkan laporan adanya penemuan bayi laki-laki di teras rumah warga itu langsung datang di TKP. Petugas masih melakukan penyelidikan guna mengetahui siapa orang tua yang tega membuang bayi tersebut.
“Kita masih menyelidiki dari mana asal muasal dan mengapa bayi itu berada di situ, apakah diibuang atau bagaimana masih kita lakukan penyelidikan lebih lanjut. Adapun untuk saat ini bayi yang ditemuka warga itu yang awalnya dibawa ke Puskesmas untuk saat ini sudah di RSUD Tuban,” ujar Kapolsek Senori IPTU Suganda.
Baca Juga: Orangtua Pembuang Bayi Pakai Kantong Plastik di Manokwari Diburu Polisi
Berita Terkait
-
Orangtua Pembuang Bayi Pakai Kantong Plastik di Manokwari Diburu Polisi
-
Wasiat Nenek Moyang, Warga Desa di Tuban Tolak Jual Tanah untuk PSN Jokowi
-
Ketahanan Pangan Desa Sumurgeneng dan Wadung Tuban, Anti Lapar saat COVID
-
Lahannya Bakal Dijadikan Proyek Nasional di Tuban, Warga Ngotot Enggan Jual
-
Istri Jarang Pulang Jadi Motif Cece Bunuh dan Buang Mayat Bayi ke Got
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Libur Lebaran 2026, BRI Pastikan Nasabah Tetap Bisa Bertransaksi dengan Aman
-
Program MBG Genjot Produksi Keripik Tempe di Kampung Tempe Ngawi, Pelaku Usaha Senang!
-
Becak Listrik Gratis dari Prabowo Bikin Bahagia Lansia di Ngawi, Tak Perlu Lagi Mengayuh Berat!
-
Ingin Beli Mobil Baru Termasuk EV Terkini? Pakai BRI KKB via BRImo Lebih Praktis
-
Kisah Perempuan Pendamping Kopdes di Pasuruan, Usia 25 Tahun Jadi Tumpuan Koperasi Merah Putih