SuaraJatim.id - PDI Perjuangan akan memberikan rekomendasi pencalonan Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dan Siti Aminatun Habibah (Ning Min) sebagai calon bupati dan wakil bupati Gresik pada Agustus 2020 mendatang.
Hal itu dipastikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDIP. Sesuai jadwalnya, rekom Pilkada Gresik tersebut akan turun pada tahap III.
Tahap tersebut merupakan tahap terakhir, termasuk daerah lainnya yang belum mendapat rekom dari partai berlogo banteng mancong putih.
Ketua DPC PDIP Gresik Mujid Ridwan mengatakan, rekomendasi untuk dukungan Gus Yani dan Ning Min turun pada tahap III sama halnya daerahnya yang mendapat rekom dari DPP PDIP.
“Insya Allah jika tak kendala rekom kami turun awal bulan Agustus 2020. Informasinya seperti itu dan kami sudah berkomunikasi,” katanya seperti dilansir Beritajatim.com, Kamis (30/07/2020).
Masih menurut Mujid Ridwan, sebelumnya DPP PDIP belum memberikan rekomendasi di Pilkada Gresik. Hal ini dilakukan PDIP mendahulukan calon dari internal partai.
“Kita doakan saja agar rekom dari DPP PDIP segera turun lebih cepat. Sehingga, kami sebagai kader siap all out memangkan pasangan Gus Yani dan Ning Min,” paparnya.
Sebelumnya, sejumlah koalisi partai politik (Parpol). Yakni, Demokrat, Partai Golkar, Nasdem, PAN dan PPP telah memberikan rekomendasi ke pasangan Gus Yani-Ning Min (NIAT) pada pilkada mendatang.
Dari kelima parpol tersebut, Partai Demokrat memiliki 4 kursi, PAN 3 kursi, PPP 3 kursi, dan Golkar 9 kursi di DPRD. Jika digabung jumlahnya ada 20 kursi.
Baca Juga: Isu Diskriminasi, Muncul Fenomena Tuntutan Wabup Gresik dari Gresik Selatan
Sedangkan dari PDIP Gresik memiliki 6 kursi. Kalau digabung semua maka jumlah partai yang mengusung Gus Yani-Ning Min totalnya mencapai 29 kursi.
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Jejak Rokok dan Cambukan di Punggung: Tragedi Pilu Anak TK Dianiaya Ayah Tiri di Lumajang
-
Pura-pura Izin ke Kamar Mandi, Siswa SMK di Situbondo Malah Hantam Wajah Sang Guru
-
Bus Harapan Jaya Angkut 12 Pejabat Pemkab Tulungagung ke Surabaya Usai Diperiksa 12 Jam
-
Badai di Kota Marmer: Drama OTT Bupati dan Malam Mencekam di Mapolres Tulungagung
-
Efek Domino Global Hantam Pasuruan: Harga Bahan Kimia Meroket, Mebel Terancam Gulung Tikar