Wakos Reza Gautama
Rabu, 27 Mei 2026 | 14:07 WIB
Tim arkeolog menemukan struktur pagar kuno di Situs Bhre Kahuripan Mojokerto. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Tim arkeolog menemukan struktur pagar kuno berpilar di Situs Bhre Kahuripan, Mojokerto, selama ekskavasi pada Mei 2026.
  • Penemuan bata merah di bawah jalan raya mengonfirmasi keberadaan sudut timur laut pagar keliling kompleks candi.
  • Struktur arsitektur tersebut membuktikan bahwa situs peninggalan era Tribhuwana Tunggadewi ini merupakan kawasan bangunan sangat penting.

SuaraJatim.id - Di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, tersimpan sebuah rahasia besar dari abad ke-14. Sebuah tim arkeolog baru saja menyibak tabir yang menyelimuti Situs Bhre Kahuripan, menemukan potongan puzzle penting yang membuktikan kemegahan Kerajaan Majapahit di tanah Mojokerto.

Selama sembilan hari penuh dedikasi, sejak 18 hingga 26 Mei 2026, tim ekskavasi bekerja melawan waktu dan tanah untuk mencari jejak benteng pelindung kompleks candi yang selama ini tersembunyi.

Pencarian ini tidak sia-sia. Di sisi selatan situs, tim berhasil menemukan susunan bata merah kuno yang masih berdiri kokoh.

Yang mengejutkan, pagar ini tidak berdiri polos. Ia dilengkapi dengan pilar-pilar yang tersusun pada interval tertentu, menunjukkan sebuah estetika arsitektur kelas tinggi pada zamannya.

"Kami menambah data dari struktur pagar selatan. Alhamdulillah, kami menemukan adanya pilar-pilar, serupa dengan pola yang ada di pagar utara," ujar M. Ichwan, Ketua Ekskavasi Penyelamatan Situs Bhre Kahuripan, Rabu (27/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Penemuan pilar ini bukan sekadar urusan estetika. Dalam dunia arkeologi, keberadaan pilar pada pagar menunjukkan bahwa area tersebut bukanlah kawasan sembarangan, melainkan sebuah kompleks bangunan suci atau istana yang sangat penting.

Misteri paling menarik muncul saat tim mencoba menelusuri sisi timur situs. Berdasarkan perhitungan arkeologis, struktur pagar seharusnya melintas tepat di bawah jalan raya yang kini digunakan warga.

Dengan penuh kehati-hatian, tim melakukan test pit atau penggalian kotak uji berukuran 4x1 meter tepat di bawah lapisan aspal.

Hasilnya luar biasa. Patahan bata merah ditemukan tepat di titik yang diduga sebagai sudut timur laut pagar keliling candi.

Baca Juga: Tragedi Halal Bihalal di Musala Mojokerto: Tiga Jemaah Tersengat Listrik, Satu Tewas

"Kami mendapatkan sudut timur laut dari pagar keliling. Namun, demi keamanan cagar budaya dan fungsi jalan sebagai fasilitas umum, area yang sempat dibuka terpaksa kami tutup kembali setelah dokumentasi selesai," jelas Ichwan.

Mengapa Situs Bhre Kahuripan begitu istimewa? Nama situs ini merujuk pada gelar bangsawan tinggi yang pernah disandang oleh sosok perempuan tangguh dalam sejarah Nusantara yakni Tribhuwana Tunggadewi.

Sebelum digantikan oleh putranya, Hayam Wuruk, sang ratu inilah yang memimpin Majapahit menuju masa keemasannya. Situs Bhre Kahuripan diyakini sebagai salah satu peninggalan paling sakral yang terkait langsung dengan sang ratu.

Load More