SuaraJatim.id - Sebanyak 86 Anggota Satpol PP Kabupaten Blitar menjalani swab massal, menyusul dua staf terkonfirmasi Covid-19. Pelaksanaan swab tersebut dilakukan dalam dua gelombang Jumat (14/8/2020) hari ini dan besok.
Kasatpol PP Kabupaten Blitar Rustin mengatakan, swab ini dilakukan menyusul dua anggotanya terkonfirmasi Covid-19. Hasil itu didapat dari 12 orang personil yang mengikuti swab.
"Jadi dua belas orang itu mengikuti swab. Bukan program dari kami [Satpol PP]. Tetapi karena bapak [Bupati Blitar] ikut swab, anggota kami ikut juga. Hasilnya ternyata ada dua orang yang positif," ungkapnya.
Secara keseluruhan, lanjut Rustin, terdapat 98 personel anggota Satpol PP. Jumlah itu terbagi dalam dua lembaga termasuk 30 personel di bagian pemadam kebakaran.
Dua orang yang terkonfirmasi positif tersebut, kini telah menjalani isolasi di Gedung Local Education Center (LEC) di Garum.
Keduanya bertugas di bagian administrasi dan berstatus positif tanpa gejala.
Sedangkan, 10 orang lain yang berstatus negatif swab tetap bekerja seperti biasanya dengan tupoksi pengawalan Bupati Blitar. Pantauan di lokasi, sebagian personel juga bersiap menunggu waktu untuk swab.
Dengan pelaksanaan swab ini praktis merubah jam kerja petugas Satpol PP dan Damkar. Mereka yang dinyatakan negatif akan dirumahkan sementara waktu terhitung hari ini hingga Rabu (19/8/2020) mendatang.
Mereka yang dirumahkan yakni personil yang bertugas di bagian administrasi.
Baca Juga: Kepala Satpol PP DKI Belum Dapat Informasi Tentang Penutupan Masterpiece
Sedangkan, petugas yang bekerja di bagian pengawalan, piket pos jaga tetap bekerja.
Namun begitu, Rustin tak berkenan bila kantor Satpol PP disebut sedang lockdown.
"Tetapi mereka on call. Artinya kalau ada kebutuhan mendadak langsung ditindaklanjuti. Kalau ada yang positif maka akan langsung dikarantina," tegasnya.
Saat ini, proses swab masih berlangsung hingga Sabtu besok. Rustin belum bisa menunjukan hasilnya karena butuh waktu memeriksa hasil swab para personil Satpol PP tersebut.
"Ada yang dibawa ke Malang dan ada yang dibawa ke Surabaya. Nanti yang menyampaikan adalah Dinas Kesehatan," katanya.
Sementara itu, penambahan jumlah pasien hingga kini terus meningkat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Bakar Ban dan Blokade Jalan! Massa Geruduk Polda Jatim Pertanyakan Kasus Pemalsuan Merek
-
BRI dan KPK Cetak Agen Perubahan Antikorupsi 2026
-
Bucin! Takut Diputus Cinta oleh Kekasih, Wanita Asal Malang Nekat Bikin Laporan Palsu ke Polisi
-
Sopir Towing Ngantuk di Lajur Cepat, 5 Kendaraan Tabrakan Karambol di Tol Sumo
-
Kabar Duka: Nyai Hj Mahfudhoh Putri Pendiri NU KH Wahab Chasbullah Wafat di Usia 82 Tahun