SuaraJatim.id - Sampai sekarang sudah 83 santri dinyatakan sembuh dari Covid-19. Mereka semua berasal dari klaster pondok pesantren. Hal ini dari hasil pendataan Dinas Kesehatan kabupaten setempat.
"Semua pihak terus berupaya agar dalam masa karantina ini kondisi santri terus membaik sehingga yang masa karantinanya telah selesai bisa segera dinyatakan sembuh," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin (7/9/2020).
Dikutip dari beritajarim.com, media partner suara.com di Jawa Timur, Anas mengaku terus memantau pelaksanaan masa karantina para santri, terutama pada sisi penanganan sosial. Misalnya pelaksanaan dapur umum yang setiap harinya menyediakan 18.000 kotak makan untuk santri selama masa karantina.
"Kemarin siang saya tinjau kesana lagi. Semua relatif lancar. Tidak ada keterlambatan, semua makanan terkirim dengan baik untuk sarapan, makan siang, maupun makan malam. Terima kasih untuk relawan, TNI/Polri, dan seluruh pihak manapun yang bekerja keras untuk membantu penanganan covid di pondok pesantren," kata Anas.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono mengatakan penanganan secara medis di pondok pesantren terus dilakukan. Petugas medis standby di sana 24 jam untuk memantau pelaksanaan karantina di sana maupun melakukan pemeriksaan kesehatan para santri.
"Karantina terus berjalan, bahkan pemilahan santri juga telah dilakukan. Insha Allah, minggu depan santri-santri ini akan selesai menjalani masa karantina. Bagi yang tidak bergejala, bisa segera dinyatakan sembuh," kata Rio, panggilan akrab Widji Lestariono.
Rio juga mengatakan pada hari ini ada penambahan 11 kasus baru covid 19. Sembilan di antaranya adalah hasil penelusuran kontak erat pasien konfirm sebelumnya.
"Sehingga jumlah kasus Covid di Banyuwangi kini 862, dengan 182 pasien sembuh, dan 18 meninggal dunia. Yang masih dalam perawatan ada 662 orang," ujar Rio menegaskan.
Dalam kesempatan ini, Rio mengingatkan akan adanya potensi klaster perkantoran. Untuk mencegah hadirnya klaster baru COVID-19 protokol kesehatan perlu digalakkan, terutama di lingkungan kantor.
Baca Juga: Tracing Selepas Cak Nur Meninggal, 8 Kepala Dinas Sidoarjo Positif Covid-19
Rio menjelaskan langkah-langkah menerapkan protokol kesehatan di dalam ruangan kantor. Di antaranya memperhatikan jumlah orang dengan menyesuaikan ukuran ruangan, menjaga sirkulasi ruangan, mematikan pendingin ruangan bila perlu, serta tidak berlama-lama berada di ruangan.
"Maka dari itu, disarankan sebaiknya kalau rapat atau berkantor tidak terlalu lama di dalam satu ruangan yang tertutup," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan
- 4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027
Pilihan
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
Terkini
-
Warga Blitar Menjerit BBM Sulit, Polisi Malah Temukan 6.000 Liter Pertalite Mengendap di SPBU
-
Rencana Hibah Rp2,3 Miliar untuk Kampung Religi Gus Iqdam Disorot DPRD: Ponpes di Blitar Bukan Satu
-
Sindikat Suntik Gas Melon Pasuruan-Surabaya Digulung Polisi: 8 Orang Ditangkap
-
92 Titik Panas Masih Terdeteksi di Gunung Arjuno, Bantuan Water Bombing Dikejar
-
Dugaan Money Politic Hantam Muktamar NU, Uang Rp 250 Juta Disita KPK!